JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Tragedi tabrakan antara KRL (Commuter Line) dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur beberapa hari lalu menyisakan duka yang mendalam. Apalagi sampai menelan belasan korban tewas dan puluhan yang mengalami luka berat maupun ringan.
Atas peristiwa yang cukup menggemparkan tersebut, karuan saja bikin desaigner (perancang busana-red) Migi Rihasalay ikut berduka. Sebagai sosialita dirinya dengan tulus ikut mendoakan seluruh korban dan termasuk kepada almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna yang dikenalnya sebagai karyawan Kompas TV.
“Jujur, rasanya jadi sedih banget, apalagi mendengar kabar kecelakaan kereta api yang mengakibatkan 16 orang tewas dan sedikitnya 91 lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa terjadi Kamis malam tanggal 27 April di Stasiun Bekasi Timur,” ungkap Migi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Bahkan secara khusus, Migi tak lupa menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Nur Ainia Eka Rahmadhyna yang dikenalnya sebagai karyawan Kompas TV.
“Yang jelas, kepergian Ain (panggilan akrabnya-red) membuat kita semua sedih. Dan, hal ini menjadi duka bagi seluruh insan media Indonesia,” imbuh Migi yang banyak mengenal wartawan di Jakarta.
Sejak berkiprah di dunia fashion, seni dan sosial, Migi dikenal dekat dengan para jurnalis (wartawan/wati) yang sering menjadikan dirinya sebagai narasumber pemberitaan. Baik itu media online, televisi maupun media cetak.
“Apalagi dari musibah itu, ternyata banyak saudara kita yang terluka dan bahkan sampai harus kehilangan nyawa. Kejadian itu tentu saja tak pernah terbayangkan di kepala. Mereka yang merasa lelah dan letih setelah seharian bekerja. Mereka berharap bisa cepat pulang untuk bertemu dengan keluarga tercinta. Namun mereka mengalami musibah yang tragis,” papar Migi yang mengaku prihatin atas tabrakan yang melibatkan dua kereta modern.
Seperti diketahui bahwa kejadian itu berawal dari KRL Commuter Line menabrak mobil taksi listri yang mogok di jalur rel kereta. Saat KRL jurusan Cikarang terhenti di lintasan kawasan stasiun, mendadak ditabrak KA Argo Bromo sehingga dua gerbong KRL, termasuk gerbong khusus wanita menjadi ringsek berat dan para penumpang tergencet di dalamnya.
Tak ayal, Migi pun tanpa sadar menitikkan air mata melihat video viral yang mempertontonkan kejadian riuh tangis dari keluarga korban yang menunggu kepulangannya tepat sampai di rumah. “Dada semakin sesak saat tahu banyak wanita yang menjadi korban,” curhat istri dari Andrew James yang merupakan arsitek asal Australia tersebut.
Menurut Migi lebih lanjut, banyak wanita hebat yang kehilangan nyawa dari musibah itu. “Ada seorang ibu hebat yang sudah menyiapkan ASI untuk bayinya di rumah. Juga ada seorang istri yang baru saja mendapat garis dua (bukti kehamilannya) setelah menanti lima tahun perkawinan,” ujarnya.
Pada akhirnya penantian itupun sirna. Semoga ia akan bisa berjumpa dengan bayinya di surga. Ada gadis yang sebentar lagi menikah, namun takdir berkata lain. “Selain itu, ada juga seorang yang sedang berulang tahun, namun tak bisa merayakan bersama keluarga tercinta,” paparnya.
Atas musibah tersebut, Migi senantiasa mendoakan para korban. “Selamat jalan saudaraku. Surga menantimu. Alfatihah,” pungkas Migi seraya berharap agar peristiwa semacam ini tidak pernah terjadi lagi. Pemerintah maupun PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar senantiasa berinovasi meningkatkan layanan angkutan umum berbasis rel yang lebih aman dan nyaman. © RED/AGUS SANTOSA