BALI (POSBERITAKOTA) – Kepala Koordinator Wilayah Bank Indonesia Bali Nusra, Achris Sarwani, menyatakan pariwisata Bali Nusra menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat, 15 Mei 2026, di Mataram. Sektor ini melampaui kontribusi pertanian di kawasan tersebut.
Kontribusi sektor ini mencapai 29,79%. Angka ini jauh lebih tinggi dari sektor pertanian yang hanya 19%. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dominasi ini. Pertumbuhan ekonomi Bali-Nusra secara keseluruhan mencapai 7,93%. Ini menempatkan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi utama. Keberhasilan ini terjadi di tengah gejolak global.
Achris Sarwani menekankan pentingnya sektor ini. “Pariwisata di kawasan Bali-Nusa Tenggara adalah motor penggerak utama ekonomi nasional,” ujarnya. Pernyataan ini disampaikan menjelang high season pariwisata. Periode Juni-Juli menjadi fokus utama.
Bank Indonesia (BI) mendorong berbagai upaya penguatan. Salah satunya melalui promosi pariwisata yang intensif. Event berskala internasional seperti Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 menjadi fokus. Tujuannya untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
Selain promosi, BI juga memperkuat pelaku UMKM lokal. Dukungan ini sangat penting bagi ekosistem industri pariwisata. Kemudahan transaksi digital juga terus difasilitasi. Sistem QRIS Cross Border akan memudahkan transaksi lintas negara. Ini akan meningkatkan kenyamanan wisatawan.
BI optimistis potensi wisatawan sangat besar. Terutama datang dari Australia, Jepang, dan China. Potensi ini diharapkan terus meningkatkan kunjungan. Ini penting di tengah tantangan geopolitik global. Sektor pariwisata menunjukkan ketahanan.
Dengan strategi komprehensif ini, pariwisata Bali Nusra diharapkan terus tumbuh signifikan. Sektor ini akan tetap menjadi andalan utama. Ini penting untuk stabilitas ekonomi nasional. Kawasan ini siap menyambut kedatangan wisatawan. ® RED/BALI