PosBeritaKota.com
Nasional Top News

Gandeng IAFMI, ITPLN Siapkan SDM hingga Penguatan Transisi Energi Nasional

TANGERANG (POSBERITAKOTA) – Institut Teknologi PLN (ITPLN) resmi menjalin kerjasama dengan Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) melalui penandatanganan kesepakatan bersama yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, pendidikan hingga penguatan transisi energi nasional.

Sedangkan penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Rektor ITPLN, Prof Dr Ir Iwa Garniwa Mulyana K M.T IPU ASEAN Eng APEC Eng bersama Ketua Ikatan Ahli Fasilitas Produksi dan Minyak dan Gas Bumi Indonesia, Ir Luky A Yusgiantoro B.Sc M.Sc M.Spec (IFP) Ph.D IPU ASEAN Eng disela-sela IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Adapun kerjasama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, seminar nasional dan internasional, konsultansi, workshop, pelatihan kompetensi, publikasi jurnal hingga pemanfaatan laboratorium dan fasilitas penunjang lainnya.

Dikatakan Rektor ITPLN Prof Iwa Garniwa, kolaborasi antara perguruan tinggi dan asosiasi profesi menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan industri energi yang berkelanjutan.

“Kerjasama ini harus menjadi langkah nyata untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi transisi energi nasional,” tegas Prof Iwa di Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Lebih jauh Prof Iwa menegaskan bahwa dunia industri dan akademisi perlu bergerak bersama agar inovasi teknologi energi dapat berkembang lebih cepat dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“ITPLN berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai sektor industri, termasuk migas dan energi baru terbarukan, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IAFMI Luky A Yusgiantoro mengungkapkan bahwa pihaknya memilih ITPLN karena melihat potensi besar pengembangan sektor energi yang tidak hanya terfokus pada minyak dan gas bumi.

“Tentu kami ingin melihat prospek energi secara lebih luas, tidak hanya oil and gas. Ada banyak kesamaan antara fasilitas produksi migas dan sektor pembangkitan listrik,” ungkapnya.

Luky menambahkan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan program konkret dan tidak berhenti sebagai nota kesepahaman semata. IAFMI, lanjut dia, juga tengah memperkuat pendekatan dengan kalangan akademisi melalui pengembangan jurnal ilmiah dan kegiatan riset bersama kampus.

Swlain itu Luky juga mencontohkan untuk bidang turbo machinery di industri migas memiliki keterkaitan erat dengan sistem pembangkitan listrik sehingga peluang kerjasama teknis sangat terbuka.

“Maka kedepannya, kita bisa sinkronkan efisiensi fasilitas produksi, pemanfaatan energi hijau, sampai penggunaan solar PV di fasilitas migas,” ujarnya.

Melalui kesepakatan tersebut, kedua pihak juga sepakat menjalankan prinsip profesionalitas, proporsionalitas, keterpaduan, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan keterbukaan dalam seluruh pelaksanaan program kerjasama.

Untuk saat ini IAFMI memiliki sekitar 1.700 anggota yang terdiri dari unsur korporasi, profesional, dan akademisi di bidang fasilitas produksi migas dan energi. © RED/APRILIO RIZKY /EDITOR : GOES

Related posts

Pemodal Masih Kebal Hukum, GURU BESAR ‘IPB’ PROF YONVITNER: Kasus Soal Pagar Laut Tangerang Uji Keadilan

Redaksi Posberitakota

Awalnya Mencurigakan, Mayat Bayi Ditemukan Mengambang di Tukad Mati Kuta Badung Bali

Redaksi Bali

Dari Wirausaha, ANITA SE Ingin Perjuangkan Kaum Perempuan di Legislatif

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang