Membahas 5 Persoalan Utama, Gubernur Wayan Koster Terima Masukan Bank Dunia Tentang Infrastruktur Bali

BALI (POSBERITAKOTA) – Gubernur Bali Wayan Koster menerima masukan dari Bank Dunia di Denpasar pada Minggu (24/5/2026). Pertemuan ini membahas lima persoalan utama terkait infrastruktur Bali demi pembangunan berkelanjutan. Diskusi tersebut bertujuan mengatasi tantangan pembangunan dan keberlanjutan Pulau Dewata ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, Koster menyampaikan terima kasih kepada World Bank Country Director Carolyn Turk. “Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan yang disampaikan kepada Pemprov Bali,” kata Koster. Ia menambahkan bahwa infrastruktur memang menjadi perhatian utama karena membutuhkan pendanaan besar.

Lima isu krusial menjadi fokus pembahasan. Isu-isu tersebut meliputi pengelolaan dan daur ulang air bekas pakai. Penanggulangan sampah juga menjadi perhatian serius. Mobilitas transportasi, penyediaan air bersih, serta ketersediaan sumber daya listrik di Bali turut dibahas.

Masukan dari Bank Dunia ini sejalan dengan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Gubernur Koster menegaskan komitmen Pemprov Bali terhadap aspek lingkungan. Berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mewujudkan alam Bali yang bersih dan sehat. Ini termasuk pembatasan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Langkah-langkah tersebut penting untuk menjaga kondisi alam Bali. Tujuannya adalah menopang kehidupan generasi mendatang. Dalam aspek manusia, kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah. Udara bersih, air sehat, pangan, sandang, dan papan yang memadai harus terpenuhi.

Untuk energi, Pemprov Bali mendorong kemandirian energi bersih. Hal ini demi menjamin ketersediaan energi berkelanjutan di masa depan. Koster tidak mengizinkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Ia lebih mengutamakan energi bersih.

Penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai juga didorong. Penyiapan pengolahan sampah menjadi energi listrik bekerja sama dengan Danantara. Pemerintah juga aktif melakukan penanaman pohon, mangrove, dan tanaman endemik. Ini guna memperluas tutupan hutan dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Carolyn Turk dari Bank Dunia menyoroti pentingnya penanganan lima persoalan tersebut. Menurutnya, masalah ini tidak hanya berkaitan dengan pariwisata. Namun, juga menyangkut kebutuhan dasar dan kualitas hidup masyarakat Bali. Apabila tidak ditangani, Bali berpotensi menghadapi masalah serius.

“Kami tidak hanya melihat kondisi Bali saat ini,” ujar Carolyn. Ia menekankan pentingnya pandangan ke depan. “Tantangannya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan hingga tahun-tahun ke depan.”

Sebagai tindak lanjut, Bank Dunia meminta Gubernur Bali menunjuk tim teknis. Tim ini akan berkolaborasi untuk diskusi lanjutan. Mereka akan membahas berbagai solusi strategis dan langkah penanganan. Hasil pembahasan tim teknis akan disampaikan kembali kepada Gubernur Bali.

Carolyn berharap pemerintah dapat memperkuat pembangunan berkelanjutan. Pertumbuhan sektor pariwisata harus seimbang dengan kebutuhan masyarakat. Upaya menjaga keberlanjutan infrastruktur Bali menjadi kunci utama. ® RED/BALI 01

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Gubernur Bali Wayan Koster Sebut Pariwisata Bali Sumbang 55% Devisa Nasional di 2025

Di Kabupaten Badung Bali, BBTF 2026 Rampung dan Transaksi Pariwisata Capai Rp 6,9 Triliun