BALI (POSBERITAKOTA) – Video viral menunjukkan baling-baling Wings Air terlilit kabel tie di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kejadian ini terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, saat pesawat hendak terbang menuju Nusa Tenggara Barat (NTB). Situasi ini memicu beragam reaksi dari publik.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, memberikan penjelasan. Ia menyatakan komponen yang terlihat bukan indikasi kerusakan pada baling-baling pesawat. Pengikat tersebut memiliki fungsi spesifik.
Danang menjelaskan, “Pengikat yang tampak pada bilah baling-baling digunakan untuk mengamankan sementara salah satu lapisan pelindung (deicer) yang mengalami sedikit perubahan posisi.” Pernyataan ini disampaikan pada Minggu, 31 Mei 2026. Lapisan pelindung ini membantu melindungi bilah baling-baling.
Penggunaan pengikat sementara ini telah sesuai pedoman perawatan pesawat. Teknisi berlisensi melakukan pemasangan kabel tie. Prosedur ini diatur jelas oleh pabrikan pesawat.
Teknisi mengikuti Aircraft Maintenance Manual yang ketat. Setelah pemasangan, pemeriksaan lanjutan wajib dilakukan. Hal ini untuk memastikan semua komponen berfungsi normal.
Pemeriksaan juga memastikan pengikat sementara tidak mengganggu pergerakan. Kinerja propeller pesawat secara keseluruhan tetap optimal. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama.
Danang menegaskan setiap pesawat Wings Air menjalani perawatan rutin. Perawatan ini sesuai standar pabrikan dan regulator. Pemeriksaan dilakukan sebelum keberangkatan dan saat transit.
Pesawat tidak akan dioperasikan jika tidak memenuhi syarat keselamatan. Keputusan menerbangkan pesawat didasarkan hasil pemeriksaan teknis. Pemeriksaan dilakukan oleh personel berwenang.
Dalam dunia penerbangan, penggunaan pengikat pada komponen tertentu adalah prosedur. Hal ini dilakukan secara terukur dan melalui verifikasi ketat. Penjelasan ini menanggapi video baling-baling Wings Air yang viral. ®RED/BALI 01