Pemetaan Dimulai 5 Juni, Disperindag Bali Petakan Komoditas Penyumbang Inflasi Jelang Galungan

BALI (POSBERITAKOTA) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali mulai memetakan komoditas strategis. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi inflasi jelang Galungan di seluruh Bali. Pemetaan dimulai Jumat, 5 Juni 2026.

Kepala Disperindag Bali, Ngurah Wiryanatha, menjelaskan pemetaan ini menjadi dasar pengawasan. Pengawasan berlangsung selama beberapa minggu ke depan. Tujuannya mencegah lonjakan harga yang tinggi.

Fokus pengawasan pada komoditas yang permintaannya meningkat saat Galungan dan Kuningan. Komoditas tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, dan bawang. Juga telur ayam, daging ayam ras, daging babi, serta kebutuhan upacara keagamaan.

Disperindag Bali akan menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas tersebut. Ini dilakukan untuk menghindari potensi penyumbang inflasi yang signifikan.

Dua minggu sebelum Hari Raya Galungan, monitoring harga rutin dilaksanakan. Bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Bali melakukannya. Mereka memantau pasar rakyat, pasar tradisional, distributor, dan pusat perdagangan.

Monitoring ini bertujuan mendeteksi dini kenaikan harga komoditas strategis. Selain pengawasan, pasar murah juga akan digelar. Ini menjadi instrumen utama pengendalian harga.

“Disperindag Bali akan melaksanakan pasar murah di wilayah Kesiman Petilan Denpasar tanggal 9 Juni 2026,” kata Wiryanatha. Pasar murah juga akan digelar di Tulikup Gianyar pada 23 Juni 2026.

Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan upacara. Pasar murah ini menyasar lokasi dengan tekanan harga tinggi. Juga wilayah dengan daya beli masyarakat yang perlu diperkuat.

Intervensi Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya pada harga. Namun juga pada jumlah stok yang tersedia. Stok di distributor, agen, gudang, dan pasar akan dipastikan cukup.

Tujuannya adalah memastikan pasokan mencukupi selama Hari Raya Galungan hingga Kuningan. Ini juga untuk mencegah kelangkaan barang.

Ngurah Wiryanatha menegaskan pengawasan distribusi akan terus dilakukan. Pencegahan penimbunan barang komoditas strategis juga menjadi prioritas.

“Disperindag bersama satgas pangan melakukan pengawasan rantai distribusi,” ujarnya. Ini untuk memastikan tidak ada penimbunan atau praktik perdagangan tidak wajar.

Langkah-langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga. Serta memastikan ketersediaan pasokan. Terutama untuk mengendalikan inflasi jelang Galungan. ® RED/BALI 01

Related posts

Selain Inovasi Tentang Pembiayaan Kreatif, Gianyar Raih Insentif Rp 3 Miliar dari Kemendagri Atasi Stunting

Klaim Rugi Sekitar Rp 86,5 Miliar, 30 Investor Australia Laporkan Pengembang Marina Bay City ke Polda Bali

Korbannya Berasal dari Desa Kadisan, Pekerja Pariwisata Banyuwangi Tewas di Kamar Kos Gianyar Bali