Wamendikdasmen: Revitalisasi Sekolah Investasi Masa Depan Bangsa

BALI (POSBERITAKOTA) – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Tabanan, Bali, pada Kamis, 4 Juni 2025. Ia menekankan bahwa proyek ini merupakan investasi krusial untuk masa depan bangsa. Peresmian ini bertujuan membangun lingkungan belajar yang aman dan bermutu.

Fajar Riza Ul Haq menyatakan bahwa yang dibangun bukan sekadar ruang kelas baru. “Namun sesungguhnya yang kita bangun bukan sekadar ruang kelas, melainkan masa depan Indonesia,” ujarnya. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian program revitalisasi tersebut.

Agenda pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas pemerintah. Presiden Prabowo Subianto menempatkan hal ini sebagai fokus utama. Pendidikan tidak hanya perluasan akses, tetapi juga peningkatan mutu layanan.

Dalam kerangka ini, revitalisasi sekolah ditempatkan sebagai investasi strategis. Pemerintah ingin memastikan semua anak Indonesia belajar di lingkungan layak. Tidak ada lagi ruang kelas yang rusak atau tidak aman.

Pembangunan fisik hanyalah satu bagian dari pekerjaan besar. Tantangan pendidikan nasional saat ini jauh lebih kompleks. Kualitas pembelajaran masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya kualitas pembelajaran. “Ruang kelas yang lebih baik harus menghasilkan pembelajaran yang lebih aktif,” katanya. Perpustakaan dan laboratorium juga harus mendukung kreativitas serta inovasi.

Penguatan literasi, numerasi, dan sains menjadi fondasi utama. Teknologi, kreativitas, dan karakter juga sangat penting. Ini untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Tabanan dinilai memiliki modal kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Rapor Pendidikan 2025 menunjukkan Indeks Standar Pelayanan Minimal 81,46. Capaian ini masuk kategori Tuntas Madya.

Capaian tersebut membuktikan pendidikan tidak hanya nilai akademik. Kemampuan sekolah membangun karakter juga penting. Ekosistem belajar yang sehat menjadi indikator keberhasilan.

Dunia yang dihadapi generasi muda akan berbeda. Perkembangan kecerdasan artifisial dan transformasi digital terus berlanjut. Perubahan iklim dan persaingan global menuntut keterampilan kompleks.

Anak-anak harus mampu berpikir kritis dan berkolaborasi. Mereka perlu beradaptasi dan memecahkan persoalan yang terus berubah. Pembekalan pengetahuan saja tidak cukup.

Dalam kunjungannya, Fajar Riza Ul Haq bertemu guru-guru Muhammadiyah se-Bali. Ia mengingatkan bahwa kemajuan pendidikan adalah kerja bersama. Ini melibatkan masyarakat, organisasi keagamaan, dan keluarga.

Dunia usaha dan pemerintah juga harus berpartisipasi. Semangat partisipasi semesta didorong Kemendikdasmen. Muhammadiyah telah mempraktikkan ini melalui pengelolaan pendidikan berbasis masyarakat.

Negara menyediakan kebijakan dan fasilitas pendukung. Namun, kualitas pendidikan ditentukan keterlibatan ekosistem. Faktor paling menentukan tetaplah guru-guru di lapangan.

Sebagus apa pun gedung sekolah yang dibangun pemerintah, pendidikan tidak akan maju. Guru yang mampu menginspirasi sangat dibutuhkan. Mereka menumbuhkan rasa ingin tahu dan membentuk karakter peserta didik.

Dari Tabanan, pemerintah ingin mengirimkan pesan sederhana. Membangun sekolah pada akhirnya adalah membangun manusia. Melalui revitalisasi sekolah, cita-cita Indonesia Emas 2045 ditanamkan hari ini. ®RED/BALI 01

Related posts

Wanita di Jembrana Tewas Akibat Rabies dari Gigitan Kucing Liar

Ada 15 Lokasi di Bali Muhammadiyah 2026 Umumkan Fasilitas Shalat Idhul Adha

Jurusan Alam Sutera – Blok M PP, PEMPROV DKI Luncurkan Layanan Transjabodetabek untuk Peringati Hari Angkutan Nasional