BALI (POSBERITAKOTA) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali pada Selasa (30/6/2026) mengungkap strategi baru untuk mengintensifkan pemberantasan narkoba Bali. Pendekatan ini mengombinasikan berbagai metode untuk menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Pulau Dewata.
Kepala BNNP Bali menjelaskan bahwa strategi utama kini mengadopsi tiga pendekatan sekaligus. Pendekatan tersebut meliputi soft power, hard power, dan smart power. Upaya ini dirancang untuk menangani ancaman narkotika secara lebih komprehensif dari hulu ke hilir.
Pendekatan soft power akan difokuskan pada program pencegahan, edukasi masyarakat, dan rehabilitasi bagi para penyalahguna. Sementara itu, pendekatan hard power tetap menjadi ujung tombak penindakan hukum yang tegas terhadap jaringan pengedar. Kedua metode tersebut akan diintegrasikan melalui pendekatan smart power yang memanfaatkan data dan teknologi.
Untuk memaksimalkan efektivitas, BNNP Bali akan memperkuat kerja sama antar lembaga terkait. Kolaborasi ini melibatkan Kepolisian Daerah Bali, pihak imigrasi, bea cukai, hingga aparat desa adat atau pecalang di berbagai wilayah di Bali. Sinergi ini dianggap krusial untuk menutup celah peredaran gelap narkoba.
“Kami mengadopsi pendekatan komprehensif yang dirangkum dari pengalaman di 34 provinsi. Ini bukan hanya soal penindakan, tetapi juga pencegahan dan rehabilitasi secara cerdas,” ujar Kepala BNNP Bali di Denpasar.
Strategi penanggulangan narkoba ini merupakan bagian dari kerangka kerja nasional yang lebih besar. Kebijakan tersebut merangkum berbagai upaya strategis yang telah terbukti di seluruh Indonesia. Dengan demikian, efektivitas program pemberantasan narkoba Bali diharapkan dapat berjalan lebih maksimal dan terukur. ® RED/BALI 01/ EDITOR : GOES