BALI (POSBERITAKOTA) – Pelaksanaan SPMB SMA SMK Bali tahap kedua melalui jalur domisili menunjukkan antusiasme yang tinggi. Sebanyak 3.351 calon siswa tercatat telah mengajukan pendaftaran pada hari pertama yang dibuka dua hari lalu.
Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, merinci data pengajuan tersebut. Menurutnya, jumlah itu terdiri dari 2.511 calon siswa yang mendaftar ke jenjang SMA dan 840 lainnya yang memilih jenjang SMK.
Jalur Domisili (Kependudukan) menjadi pilihan utama dengan total 2.874 pendaftar gabungan untuk SMA dan SMK. Sementara itu, jalur Domisili (Krama Desa Adat) diminati oleh 453 pendaftar, dan jalur Domisili (Sekolah dengan Perjanjian) diikuti oleh 24 pendaftar.
Proses pendaftaran daring ini akan berakhir hari ini, Kamis (2/7), dengan pengumuman hasil seleksi pada 9 Juli 2026. Calon siswa SMA jalur kependudukan diwajibkan memilih minimal dua sekolah, sedangkan pendaftar SMK memilih minimal dua konsentrasi keahlian sesuai aturan.
Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, penentuan kelulusan dilakukan melalui pemeringkatan nilai gabungan. Bobotnya terdiri dari 50 persen Tes Kemampuan Akademik dan 50 persen nilai rapor semester satu hingga lima. Apabila masih sama, jarak dan usia menjadi penentu berikutnya.
Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Wesnawa, optimistis semua lulusan SMP dapat melanjutkan pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya pemerataan dengan mempertimbangkan keberlangsungan sekolah swasta yang ada di Bali. “Astungkara mudah-mudahan tidak ada siswa yang tercecer,” ujarnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi tantangan penerimaan siswa baru setiap tahunnya. Disdikpora Bali berencana menerapkan sistem penerimaan satu pintu yang terintegrasi penuh dengan sekolah swasta. Rencana ini disiapkan untuk pelaksanaan SPMB SMA SMK Bali tahun 2027. ® RED/BALI 01 /EDITOR : GOES