BALI (POSBERITAKOTA) – Seorang anak buah kapal (ABK) ditemukan meninggal di Buleleng setelah dua hari pencarian. Korban, Rafles Rafa Kusuma (17), ditemukan kemarin usai dilaporkan jatuh dari speed boat di perairan Desa Pejarakan, Gerokgak.
Tim SAR gabungan menemukan jasad korban mengapung di sekitar tumbuhan mangrove. Penemuan ini berawal dari laporan seorang nelayan yang melihatnya pada Kamis pagi sekitar pukul 08.05 WITA. Lokasinya hanya berjarak lima meter dari titik speed boat korban ditemukan.
Saat ditemukan, jenazah dalam posisi telentang dengan ciri masih mengenakan baju biru dan celana pendek biru. Tim segera mengevakuasi jasad korban ke darat untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak keluarga yang menunggu di lokasi.
Perwakilan Kantor SAR Denpasar, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa tim telah bergerak sejak pagi. “Pada pukul 08.05 WITA kita melakukan pencarian sorti pertama menggunakan rubber boat Basarnas,” ujarnya mengenai operasi hari kedua tersebut.
Setelah proses identifikasi di tepi pantai selesai, jenazah Rafles kemudian dibawa ke RSUD Buleleng. Proses evakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng sekitar pukul 10.23 WITA.
Insiden ini bermula pada Selasa (30/6) dini hari, saat ABK Kapal Turmalin 384310 itu dilaporkan jatuh ke laut. Korban terakhir kali terlihat pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WITA saat meninggalkan kapalnya untuk ke daratan.
Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga dalam keadaan mabuk saat mengendarai speed boat berwarna oranye seorang diri. Speed boat tersebut kemudian ditemukan terdampar di pesisir pantai oleh warga pada Selasa siang tanpa ada korban di atasnya.
Operasi SAR gabungan ini mengerahkan berbagai unsur untuk mencari korban kecelakaan laut tersebut. Tim terdiri dari Pos SAR Denpasar, TNI AL, Polairud Polres Buleleng, Polairud Polda Bali, dan KPLP Pos Pengamatan.
Turut membantu pula BPBD Buleleng, Polsek Gerokgak, Satpol PP, serta relawan Bhuana Bali Rescue. Peristiwa seorang ABK meninggal di Buleleng ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat beraktivitas di perairan utara Bali. ® RED/BALI 01 /EDITOR : GOES