Dosen ITPLN Lulus Doktoral UI, Sulap Limbah Batu Bara Jadi Isolator Tegangan Tinggi

DEPOK (POSBERITAKOTA) – Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN), Christiono R, akhirnya berhasil mempertahankan disertasinya pada program Doktoral Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI), Selasa, 30 Juni 2026 kemarin dengan mengangkat inovasi pengembangan isolator polimer berbahan limbah batu bara berbasis machine learning. Penelitian tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan material kelistrikan nasional di tengah percepatan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi listrik sesuai RUPTL PLN 2025–2034.

Tentang disertasi berjudul “Pengembangan Isolator Polimer Silicone Rubber – Coal Fly Ash Untuk Tegangan Tinggi berbasis Machine Learning” dipertahankan dalam sidang promosi doktor yang dipimpin Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Tim penguji terdiri atas Faiz Husnayain, S.T., M.Sc., Ph.D., Ismi Rosyiana Fitri, S.T., Ph.D., Prof. Ir. Syamsir Abduh, M.M., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Prof. Dr. Ir. Salamana Manjang, M.T., IPM., ASEAN Eng.

Melalui disertasinya, Christiono menyoroti besarnya kebutuhan isolator tegangan tinggi seiring rencana ekspansi sistem kelistrikan nasional. Berdasarkan RUPTL PLN 2025–2034, Indonesia akan membangun sekitar 47.758 kilometer sirkuit jaringan transmisi, 197.998 kilometer jaringan distribusi, serta menambah kapasitas gardu induk dan gardu distribusi hingga 126.357 MVA.

Pada bagian lain, akumulasi limbah Coal Fly Ash (CFA) dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara masih menjadi tantangan lingkungan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Penelitian tersebut menawarkan solusi dengan memanfaatkan fly ash mentah sebagai material pengisi (filler) pada isolator berbahan silicone rubber (SiR) tanpa memerlukan proses pra-perlakuan yang rumit.

“Jadi, penelitian ini membuktikan bahwa limbah coal fly ash tidak hanya dapat dikurangi dampak lingkungannya, tetapi juga ditingkatkan nilainya menjadi material isolator tegangan tinggi yang memiliki performa kompetitif. Pendekatan berbasis machine learning memungkinkan kami memperoleh formulasi optimum secara lebih akurat dan efisien untuk mendukung kebutuhan infrastruktur kelistrikan nasional,” ujar Christiono R dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Langkah penelitian tersebut menggunakan pendekatan eksperimental yang dipadukan dengan optimasi multiobjektif menggunakan algoritma GLME-GA, GLME-SPLINE-GA, dan SVM-GA. Analisis dilakukan terhadap data penelitian yang telah tervalidasi selama periode 2018–2025 untuk mengevaluasi karakteristik dielektrik maupun mekanik material komposit.

Untuk hasil penelitian menunjukkan komposit silicone rubber mampu mengakomodasi kandungan fly ash dalam konsentrasi tinggi, yakni antara 50 persen hingga 60,92 persen. Material hasil optimasi mampu menghasilkan tegangan tembus sebesar 57,83 kV hingga 67,58 kV, dengan nilai tahanan isolasi mencapai 823,16 GΩ.

Sedangkan dari sisi mekanik, material tersebut tetap mempertahankan kekuatan tarik pada kisaran 0,81–1,06 MPa serta elongasi 2,08–3,31 persen, yang menunjukkan kemampuan transfer tegangan di dalam matriks polimer tetap berlangsung secara efektif.

Berkat optimasi global penelitian juga menemukan stabilitas terbaik pada komposisi pengisi 57,67 persen, dengan nilai tahanan jenis mencapai 70.281,79 GΩ/cm. Sementara itu, analisis regional menghasilkan formulasi yang disesuaikan dengan karakteristik fly ash dari wilayah Bekasi, Pangkep, dan Suralaya, sehingga memperlihatkan kemampuan adaptasi model terhadap variasi sumber material.

Dikatakam Christiono, hasil riset tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah industri secara lebih luas dalam pengembangan komponen ketenagalistrikan nasional. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

“Tentu harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan material isolator lokal yang lebih berkelanjutan, mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku konvensional, sekaligus mendukung implementasi ekonomi sirkular pada sektor ketenagalistrikan Indonesia,” ujarnya.

Dari temuan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah bagi pengembangan material isolator dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah batu bara menjadi produk bernilai tambah melalui penerapan teknologi machine learning. ® RED/ ACHMAD JOHAN/ EDITOR : GOES

Related posts

Komisioner Rekind Maret Samuel Sueken Soroti Keterlambatan RDMP Balikpapan

Guna Sambut Wisatawan Selama Puncak Musim Libur Sekolah, Bandara Ngurah Rai Bali Gelar Parade Gebogan

Videonya Sempat Viral, Polisi Selidiki Pembelian Puluhan Jeriken Pertamax di SPBU Jimbaran Bali