JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Institut Teknologi PLN (ITPLN) menerima kunjungan tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dalam rangka asesmen lapangan Program Studi S1 Teknik Elektro, Kamis-Jum’at, 2-3 Juli 2026 kemarin. Tim asesor ini antara lain Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., MT., serta Prof. Dr. Eng. I Made Yulistya Negara, S.T., M.Sc.
Tim asesmen LAM Teknik ini disambut langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik ITPLN, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST., M.Sc., Dekan Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan lainnya. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses akreditasi yang bertujuan memastikan mutu pendidikan, tata kelola, serta kualitas lulusan sesuai standar nasional.
Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro ITPLN, Erlina, ST., MT., menyambut kedatangan tim asesor sebagai momentum strategis untuk memperoleh masukan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Kesempatan ini sangat berharga bagi kami untuk memperoleh evaluasi yang objektif dan masukan konstruktif demi peningkatan mutu Program Studi Teknik Elektro secara berkelanjutan,” ujar Erlina dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026
Dalam kesempatan itu, Erlina mengakui peringkat akreditasi Prodi Teknik Elektro ITPLN saat ini baik sekali. Hal itu didasarkan pada hasil assessment terakhir pada Desember 2024 lalu.
“Program studi S1 Teknik Elektro kembali mengikuti proses reakreditasi sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Melalui proses tersebut, program studi Teknik Elektro menargetkan pencapaian predikat Akreditasi Unggul,,” tegasnya.
Dekan FKET ITPLN, Dr. Rummi Sirait, menjelaskan Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan saat ini mengelola delapan laboratorium yang mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Laboratorium tersebut meliputi Laboratorium Fisika, Energy Conversion and Power Electronics for Sustainable Systems Laboratory, Smart Electronics Systems Laboratory, Intelligent Control and Automation Laboratory, Power System Intelligence and Protection Laboratory, Renewable Energy and Microgrid Systems Laboratory, serta laboratorium pendukung lainnya.

Menurut Rummi, fungsi laboratorium tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana praktikum mahasiswa, tetapi juga menjadi pusat riset dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi di bidang ketenagalistrikan dan energi terbarukan.
“Setiap laboratorium menjadi wadah kolaborasi penelitian dosen maupun mahasiswa. Kami terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan riset, pengembangan kompetensi laboran, serta berbagai program pembinaan mahasiswa,” kata Rummi.
Ia menambahkan, ITPLN juga memberikan dukungan kepada mahasiswa melalui berbagai program beasiswa, baik beasiswa penuh maupun parsial, sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus mendorong prestasi akademik.
Sementara itu, salah satu tim asesor LAM Teknik PII, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., MT menekankan pentingnya pembuktian seluruh capaian program studi melalui dokumen dan data yang terukur selama proses asesmen berlangsung.
Menurutnya, keterlibatan sivitas akademika dalam kepemimpinan publik dan aktivitas sosial juga menjadi salah satu indikator yang dinilai dalam proses akreditasi.
“Kami membutuhkan seluruh bukti pendukung atau evidence dari setiap capaian yang disampaikan. Jika ada dosen atau sivitas akademika yang berperan di masyarakat maupun organisasi, mohon disertakan dokumen pendukungnya agar dapat menjadi bagian dari penilaian,” kata Rizal.
Selain itu, asesor meminta ITPLN menunjukkan standar mutu internal yang diterapkan, termasuk mekanisme evaluasi terhadap setiap standar sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.
“Aspek standar mutu menjadi perhatian penting karena menjadi dasar dalam mengukur keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kami juga ingin melihat bagaimana indikator kinerja utama diterapkan dan dievaluasi secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Asesmen lapangan yang berlangsung dari hari, Kamis-Jumat (2-3 Juli 2026) tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses akreditasi yang diharapkan semakin memperkuat kualitas Program Studi S1 Teknik Elektro ITPLN, baik dari sisi akademik, penelitian, tata kelola, maupun kontribusinya terhadap pengembangan sektor ketenagalistrikan nasional. ® RED/RANGGA ARYA WIJAYA / EDITOR: GOES

