BALI (POSBERITAKOTA) – Proses pendaftaran SMA Negeri Bali jalur domisili menunjukkan kesenjangan minat yang signifikan. Sejumlah sekolah di wilayah pinggiran minim peminat, sementara sekolah favorit di perkotaan justru kebanjiran pendaftar hingga penutupan SPMB Tahap II.
Berdasarkan data sementara Disdikpora Bali, kesenjangan antarsekolah terlihat sangat tajam. SMA Negeri 1 Marga bahkan belum menerima satu pun pendaftar dari total kuota 130 siswa. Kondisi serupa juga terjadi di SMAN Satu Atap Klumpu yang kuotanya masih kosong.
Minat pendaftar yang rendah juga tercatat di beberapa sekolah lainnya. SMA Negeri 1 Payangan baru menerima enam pendaftar dari kuota 108 siswa. Sementara itu, SMA Negeri 3 Mengwi baru diisi tujuh calon murid dari kuota 65 siswa.
Sebaliknya, sekolah-sekolah di kawasan perkotaan kembali menjadi buruan. SMA Negeri 7 Denpasar mencatat pendaftar terbanyak pada jalur domisili, yakni 328 orang untuk 86 kursi. Posisi berikutnya diikuti oleh SMA Negeri 4 Denpasar dan SMA Negeri 2 Denpasar.
Kepala UPTD BP Tekdik Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, menyatakan seluruh data kini dalam tahap verifikasi. Proses ini dilakukan sebelum hasil seleksi diumumkan pada 9 Juli 2026 mendatang.
“Proses verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan seluruh calon murid yang lolos benar-benar memenuhi persyaratan,” ujarnya kemarin. Verifikasi dan validasi data pendaftar tersebut telah dilakukan pada Senin (6/7).
Fenomena ini menunjukkan persebaran minat calon siswa di Bali masih belum merata. Faktor lokasi, aksesibilitas, dan reputasi sekolah dinilai masih menjadi pertimbangan utama. Pemerintah terus mengevaluasi sistem pendaftaran SMA Negeri Bali untuk mendorong pemerataan pendidikan. ® RED/BALI 01 /EDITOR : AGSAN