Dalam Apel Siaga di Denpasar, Kemenko Pangan Ajak Warga Pilah Sampah dabln Bertujuan Cegah Kebakaran TPA

BALI (POSBERITAKOTA) – Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengajak masyarakat luas menyukseskan gerakan pilah sampah Bali. Ajakan ini disampaikan dalam apel siaga di Denpasar, Selasa (7/7/2026), sebagai langkah mitigasi kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA).

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan urgensi ini terkait perubahan iklim. Memasuki musim kemarau, risiko kebakaran di TPA semakin tinggi. Ia mengingatkan insiden kebakaran hebat di 35 TPA pada 2023, termasuk di TPA Suwung yang mencapai luas 32 hektare.

Hanif mencontohkan kasus terkini untuk menekankan pentingnya antisipasi di Bali. “Baru saja kita mendapat kabar bahwa TPA di Tangerang telah terbakar sudah tujuh hari apinya tidak padam,” ujarnya saat apel. Menurutnya, kondisi ini mengharuskan semua pihak di Bali segera mengambil langkah antisipatif secara sistematis.

Pihak Kemenko Pangan mencatat sampah organik yang ditimbun sering menjadi pemicu utama kebakaran. Tumpukan sisa makanan yang terbakar akan menghasilkan gas metana. Gas tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan jika terhirup oleh warga sekitar.

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan kesiapannya mendukung program pengelolaan sampah ini. Ia menegaskan kunci utama Bali bersih bukan lagi penyelesaian di TPA. Solusinya adalah pengolahan sampah sejak dari sumbernya.

“Kami ingin memastikan sampah selesai di tempatnya dihasilkan baik itu di rumah tangga, desa, pasar, hotel, dan perkantoran,” kata Koster. Ia menambahkan, langkah awal yang paling menentukan dari rantai pengelolaan tersebut adalah memilah sampah.

Selain mencegah bencana, memilah sampah juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Hanif menjelaskan sampah organik dapat diolah menjadi penyubur tanah atau pakan ternak. Sementara itu, sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi produk bernilai jual.

Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia di mata dunia dituntut untuk selalu bersih. Upaya ini bukan sekadar memisahkan sampah, tetapi membangun budaya baru bagi warga. Oleh karena itu, kesuksesan gerakan pilah sampah Bali menjadi cerminan komitmen bersama menjaga kesucian alam dan citra Pulau Dewata. ® RED/BALI 01 /EDITOR : AGSAN

Related posts

Viral Jadi Perdebatan Medsos, Anak Nathalie Holscher Ditegur Saat Nonton Tari Kecak di Bali

Kini Sudah Diamankan Propam Polda Bali, Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu MDP Positif Narkoba

Setelah Dilakukan Audit, Kepala LPD Mambal Bali Tersangka Korupsi Rp 33,67 Miliar