Perhiasan Pratima Pura Melanting Klungkung Hilang, Jalur Niskala Ditempuh

BALI (POSBERITAKOTA) – KLUNGKUNG – Kasus perhiasan pratima hilang di Pura Melanting Pasar Klungkung akan diselesaikan melalui jalur niskala. Pihak Diskopukmperindag Klungkung belum melaporkan peristiwa ini ke kepolisian dan memilih upaya spiritual terlebih dahulu untuk mengungkapnya.

Kepala Diskopukmperindag Klungkung, I Komang Dharma Suyasa, membahas hal ini dalam rapat bersama panitia pura pada Minggu kemarin. Sejumlah benda sakral berbahan emas seperti bunga, bapang, hingga gelang dilaporkan raib dari tempat penyimpanannya.

“Cukup banyak (perhiasan pratima) yang hilang. Jro Mangku juga menyampaikan, itu jumlahnya banyak yang hilang,” ungkap I Komang Dharma Suyasa.

Peristiwa kehilangan ini sebenarnya pertama kali diketahui sejak tahun 2023. Saat itu, pengurus pura hendak menghias pratima untuk sebuah upacara karya. Namun, mereka mendapati banyak perhiasan sudah tidak ada di tempatnya.

Akibatnya, saat karya tahun 2023 tersebut, pratima akhirnya dihias menggunakan perhiasan baru yang merupakan sumbangan dari masyarakat. Selama ini, perhiasan pratima yang hilang itu disimpan di Kantor UPT Pasar Klungkung.

Dharma Suyasa menjelaskan, pihaknya belum melapor ke polisi karena kejadian sudah berlangsung lama dan minimnya saksi. Sebagai langkah awal, ia akan menempuh jalur spiritual mengingat benda yang hilang merupakan benda sakral.

Nantinya, semua pegawai di lingkungan UPT Pasar Klungkung akan diwajibkan untuk ikut matur piuning pada Hari Tilem. Upaya ini diharapkan dapat memberikan petunjuk atas misteri kehilangan tersebut.

Menurut Dharma Suyasa, penelusuran ini penting karena perhiasan itu adalah sumbangan masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan. Ia menduga pengelolaan yang kurang baik di masa lalu menjadi salah satu pemicu masalah perhiasan pratima hilang ini. ®RED/BALI 01

Related posts

Pamornya Semakin Bersinar, Perancang Busana Migi Rihasalay Usung Koleksi ‘Mother Eart’ di Ajang Malang Fashion Runway 2026

Area Nobar Piala Dunia 2026 di Bandara Ngurah Rai Bali

Remaja Perempuan Diduga Dianiaya Ayah Kandung di Buleleng