BALI (POSBERITAKOTA) – KLUNGKUNG – Insiden balon gas meledak Klungkung terjadi di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Minggu (19/7/2026). Sebanyak 11 warga, termasuk anak-anak, dilarikan ke RSUD Klungkung akibat mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 Wita ini membuat UGD RSUD Klungkung ramai oleh para korban. Beberapa pasien anak-anak terlihat mengerang kesakitan. Wajah mereka harus diperban karena menderita luka bakar yang cukup parah pascamusibah tersebut.
Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa, mengonfirmasi total 11 orang masuk untuk mendapatkan perawatan. “Dari 6 warga itu, terdiri dari 3 anak-anak dan 3 orang dewasa,” ungkapnya merujuk pada pasien yang masuk ruang perawatan. Sementara itu, tiga orang sudah diperbolehkan pulang dan sisanya masih dirawat di UGD.
Musibah ledakan balon gas ini terjadi di sela-sela kegiatan peringatan HUT Harkopnas. Awalnya, seremoni pelepasan sekitar 40 balon dilakukan di timur Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya. Namun, balon yang terikat banner kembali turun di sisi selatan alun-alun karena terlalu berat.
Panitia acara, I Kadek Semardana, menjelaskan balon yang turun langsung menjadi pusat perhatian warga. “Balon itu turun, dikerumuni anak-anak. Karena itu kan lokasinya publik jadi ramai di sana,” ujar Semardana.
Di tengah kerumunan itu, seorang warga berinisiatif membagikan balon dengan memutus talinya menggunakan korek api. Tindakan tersebut secara fatal menyulut gas di dalam puluhan balon dan memicu ledakan besar. “Itu suaranya keras sekali, seperti ban truk meledak,” tambah Semardana.
Api dari ledakan tersebut langsung menyambar warga di sekitarnya, menyebabkan luka bakar di wajah dan tubuh. Para korban pun segera dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut. Peristiwa tragis balon gas meledak Klungkung ini menjadi pengingat akan bahaya penanganan benda mudah terbakar di keramaian. ®RED/BALI 01