Belajar ke President University, ITPLN Siapkan Terobosan Magang hingga Resume Builder

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Institut Teknologi PLN (ITPLN) melakukan benchmarking tata kelola kemahasiswaan, ekosistem karier dan manajemen alumni ke President University (PU). Sejumlah program strategis disiapkan sebagai upaya memperkuat daya saing mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

Setidaknya, ada empat agenda prioritas yang akan dibahas dan diimplementasikan secara bertahap di ITPLN. Mulai dari pengkajian sistem resume builder mahasiswa, penyusunan kebijakan magang yang lebih adaptif, pengembangan kelas eksekutif tanpa batas usia, hingga penataan ulang basis data mitra industri berdasarkan klaster perusahaan.

Wakil Rektor III ITPLN Bidang Kemahasiswaan, Ir. Purnomo, S.T., M.T., menegaskan bahwa kunjungan ke President University bukan sekadar studi banding, melainkan menjadi pijakan untuk mempercepat transformasi layanan kemahasiswaan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami tidak datang hanya untuk best practice, tetapi membawa pulang model yang dapat diadaptasi sesuai karakter ITPLN. Fokus kami adalah membangun ekosistem yang membuat mahasiswa lebih siap memasuki dunia kerja sejak masih berada di bangku kuliah,” ujar Purnomo dalam keterangannya, Minggu, 19 Juli 2026.

Salah satu program yang segera diterapkan, ungkapnya, adalah penerapan sistem resume builder yang mewajibkan mahasiswa mendokumentasikan pengalaman organisasi, kepemimpinan, hingga kompetensi yang dimiliki dalam satu portofolio digital. Sistem tersebut nantinya akan dikaji untuk diintegrasikan ke dalam proses pembinaan mahasiswa dengan pendampingan dosen secara berkala.

Selain itu, ITPLN juga akan mengevaluasi mekanisme kerja sama magang agar lebih fleksibel. Kampus menilai peluang mahasiswa memperoleh pengalaman industri tidak boleh terhambat oleh proses administrasi kerja sama yang panjang apabila perusahaan telah memiliki kredibilitas dan kesiapan menerima peserta magang.

Di bidang akademik berkelanjutan, ITPLN juga mulai mengkaji pengembangan kelas eksekutif dengan konsep yang lebih terbuka, termasuk bagi kalangan profesional dan manajer senior. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan industri.

Agenda lain yang menjadi prioritas adalah klusterisasi database perusahaan mitra. Melalui pemetaan berdasarkan kategori seperti BUMN, perusahaan multinasional, hingga swasta nasional, kampus menargetkan pengelolaan jejaring industri menjadi lebih terarah untuk mendukung kebutuhan magang, penempatan kerja, maupun akreditasi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni President University, Dr. Jeane Francoise, menjelaskan bahwa kesiapan karier mahasiswa dibangun sejak tahun pertama melalui sistem yang terintegrasi dengan aktivitas akademik, salah satunya melalui Resume Builder. Menurutnya, pengisian resume tidak berhenti sebagai administrasi semata.

“Setiap awal semester, kampus menyelenggarakan evaluasi melalui Career & Passion Expo yang melibatkan seluruh dosen untuk meninjau langsung kualitas CV mahasiswa,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, President University mewajibkan mahasiswa mengikuti magang industri selama minimal delapan bulan dan didorong tetap berada di perusahaan yang sama agar peluang direkrut setelah magang semakin besar.

Jeane menambahkan bahwa keberhasilan kemitraan industri tidak semata ditentukan oleh dokumen kerja sama formal, melainkan kepercayaan antara kampus dan perusahaan

“Yang terpenting adalah faktor kepercayaan dan ketersediaan kuota. Hal ini untuk meminimalisir birokrasi dan hilangnya opportunity jika perusahaan minta kandidat dengan cepat,” ungkapnya.

Ia juga menilai keterlibatan alumni harus dibangun melalui peran yang jelas sehingga hubungan antara kampus dan lulusan dapat berjalan secara berkelanjutan dan saling memberikan manfaat. ® RED/APRILIO RIZKY/EDITOR: GOES

Related posts

Jadwal SIM Keliling di Bali: Tabanan, Klungkung, Badung 17 Juli 2026

Bandara Ngurah Rai Bali Tambah Dua Rute Baru Waingapu Wakatobi

Imigrasi Kerahkan 104 Petugas Awasi WNA di Bali