BALI (POSBERITAKOTA) – Jumat, 12 Juni 2026, Komunitas Get Plastic menghadirkan solusi inovatif di Desa Sibang Kaja, Badung, Bali. Mereka mengonversi sampah plastik Bali menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif. Inisiatif ini membantu warga menghemat biaya produksi BBM hingga Rp 7.000 per liter.
Teknologi ini menjawab kenaikan harga BBM dan penumpukan limbah plastik. Dimas Bagus Wijanarko, pendiri Get Plastic, menyatakan konsistensi mereka. Ia melihat sampah plastik sebagai solusi energi. “Kami masih konsisten mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar,” kata Dimas.
Proses konversi menggunakan teknologi pirolisis. Pemanasan suhu tinggi 250 derajat Celsius terjadi dalam tabung kedap udara. Metode ini menguraikan plastik tanpa pembakaran.
Mesin berkapasitas 10 kilogram plastik menghasilkan 10 liter BBM. Proses ini memerlukan waktu sekitar tiga jam. Biaya produksi BBM alternatif ini sekitar Rp 7.000 per liter.
Komunitas Get Plastic bermitra dengan warga untuk mengumpulkan bahan baku. Sampah diangkut dari Sibang Kaja, Denpasar, Ubud, dan Tabanan. Beberapa rumah tangga memiliki barcode untuk memantau volume sampah.
BBM hasil konversi disumbangkan gratis kepada masyarakat dan UMKM lokal. BBM ini mendukung operasional nelayan dan petani. Pemanfaatan mencakup kapal nelayan hingga traktor pertanian.
Riset teknologi ini telah dimulai sejak tahun 2013. Saat ini, Get Plastic memiliki tiga mesin pirolisis di Bali. Lebih dari 40 unit mesin lainnya tersebar di luar Bali.
Tidak semua jenis plastik dapat diolah. Plastik jenis PET (nomor 1) dipisahkan karena bernilai jual tinggi. Plastik PVC (nomor 3) ditolak karena kandungan klorida tinggi.
Inovasi pengolahan limbah plastik ini menawarkan solusi ganda. Ini mengatasi masalah sampah dan menyediakan sumber energi baru. Komunitas Get Plastic terus berupaya untuk keberlanjutan energi dari sampah plastik Bali. ® RED/BALI 01

