30.4 C
Jakarta
16 June 2026 - 20:43
PosBeritaKota.com
Nasional Top News

Taklukan Olimpiade Sains Nasional di 2026, Andi Iftitah Mahasiswa ITPLN Bisa Borong 5 Medali Emas Sekaligus

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro dari Institut Teknologi PLN (ITPLN), Andi Iftitah Baitul Qiswa, ternyata mampu menorehkan prestasi yang membanggakan. Yakni dengan memborong sekaligus perolehan lima medali emas di ajang National Science Competition (NSC) 2026. Sedangkan prestasi tersebut diraih pada kategori Fisika, Matematika, Bahasa Inggris, Kimia, dan Biologi.

Perlu diketahui pula bahwa lompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Nasional dan telah terkurasi secara resmi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tersebut, diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Mereka kalangan pesertanya berasal dari sejumlah kampus besar seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, hingga Universitas Andalas dan lainnya.

Namun untuk keberhasilan Andi Iftitah menjadi sorotan karena persaingan dalam kompetisi tersebut yang berlangsung ketat. Apalagi, menurut dia lagi, rasio persaingan diperkirakan mencapai sekitar 1 banding 8.

“Tingkat persaingannya sangat tinggi. Setiap peserta dituntut memberikan performa terbaik karena kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi unggulan di Indonesia,” papar Andi saat berbincang-bincang di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.

Sedangkan ajang NSC 2026 dilaksanakan secara daring melalui sistem evaluasi terpadu. Seluruh peserta hanya menghadapi satu babak penentuan dengan total 230 soal yang harus dikerjakan sesuai bidang keilmuan yang dipilih.

Diakui Andi bahwa tantangan terbesar dalam kompetisi bukan hanya tingkat kesulitan soal, tetapi juga pengelolaan waktu selama ujian berlangsung.

“Adapun momen paling menegangkan adalah ketika waktu hitung mundur memasuki menit-menit akhir, sementara masih ada sejumlah soal yang belum selesai. Saat itu, menjaga rasionalitas berpikir menjadi tantangan terbesar,” ujarnya.

Saat itu Andi mengaku menerapkan strategi memindai seluruh soal terlebih dahulu, kemudian memprioritaskan soal yang dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat. Sisa waktu dimanfaatkan untuk menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan analisis mendalam.

Masih menurut Andi, bidang Fisika menjadi subjek paling menantang karena memerlukan perpaduan antara intuisi fenomena fisis dan ketelitian kalkulasi matematis tingkat tinggi.

Fondasi Ilmu Sejak Dini Jadi Kunci

Putra dari Andi Kamaluddin itu menilai keberhasilannya bukan hasil persiapan instan, melainkan buah dari proses belajar panjang sejak sekolah dasar.

“Persiapan sesungguhnya dimulai sejak SD. Kunci utamanya adalah penguasaan konsep fundamental secara konsisten dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi,” ungkapnya.

Andi pun menegaskan bahwa dirinya tidak sekadar menghafal rumus, tetapi berusaha memahami logika di balik setiap konsep ilmu pengetahuan. “Ketika logika terbentuk, pemecahan masalah dari berbagai bidang bisa dilakukan secara deduktif,” ujarnya.

Dalam pandangan pria kelahiran Makassar, 30 Juni 2004 itu, disiplin menjadi faktor utama yang mengantarkan dirinya meraih prestasi. Bahkan, Andi beberapa kali meraih medali serupa pada tahun-tahun sebelumnya yaitu salah satunya pada Fosnas atau Festival Olimpiade Sains Nasional dengan perolehan 3 Medali Emas dan 2 Medali Perak

“Jujur, motivasi itu bisa datang dan pergi. Namun disiplin membuat kita tetap belajar dan berlatih, apapun kondisi perasaan saat itu,” bebernya.

Peran Kampus

Selanjutnya, Andi mengakui dukungan dosen ITPLN berperan besar dalam membentuk pola pikir kritisnya. Berbagai diskusi akademik di perkuliahan membantu dirinya menyelesaikan persoalan teknis yang kompleks saat kompetisi.

Selain itu, keterlibatannya dalam organisasi kampus Society of Renewable Energy (SRE) juga dinilai memperkuat kemampuan manajemen waktu, kepemimpinan diri, serta pengelolaan stres.

Meski demikian, ia berharap ke depan kampus dapat menghadirkan program pembinaan yang lebih terstruktur bagi mahasiswa berprestasi.

“Harapan saya, kampus dapat memberikan fasilitas pendampingan dan pembinaan yang lebih baik agar semakin banyak talenta mahasiswa yang bisa berkembang,” katanya.

Bidik Riset Energi Hijau

Usai meraih lima medali emas, Andi mengaku belum ingin berpuas diri. Ia kini menargetkan kompetisi esai dan riset tingkat nasional hingga internasional.

Salah satu fokus yang tengah dikembangkannya adalah gagasan mengenai transisi energi dan inovasi hijau, termasuk pengembangan green hydrogen.

Prestasi ini, menurutnya, semakin memperkuat keyakinan untuk meniti karier akademik dan memperluas peluang studi lanjut di masa depan. Bagi mahasiswa lain, Andi berpesan agar tidak membangun pengetahuan secara instan. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

“Kuasai fundamentalnya. Jika dasar ilmunya kuat, kita bisa mengembangkan berbagai solusi atas persoalan sesulit apa pun,” imbuhnya. ® RED/APRIOLIO RIZKY /EDITOR : GOES

Related posts

Road Show di Batam, INDRA UNO Jadi Motivator Pelatihan OK OCE Prasasti

Redaksi Posberitakota

SEVA Bikin Lomba Tulis Lyric dan Target 6000 Viewer

Redaksi Posberitakota

Koarmabar Gelar Lomba Foto & Karya Tulis Artikel HUT ke-72 TNI

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang