JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Suami dari desainer Migi Rihasalay, Andrew James segera bikin film biografi (sejarah) yang mengangkat kisah atau sosok legenda otomotif Indonesia, Tinton Soeprapto. Bahkan tidak tanggung-tanggung, arsitek yang juga piawai sebagai penulis dan pembuat film satu ini, mengajak rekannya Tom Sebastian, sutradara alias sineas Hollywood.
“Kami siap membuar film tentang sejarah Pak Tinton and sejarah balap di Indonesia,” ujar Andrew James seraya berharap film itu nanti menjadi spektakuler saat ditemui wartawan di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Seperti diketahui bahwa Andrew bersama Migi (istri) menyempatkan diri hadir pada acara IMI Award 2025 di gedung Tri Brata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026) yang baru lalu. Pasangan suami istri itupun turut mengajak Tom Sebastian yang juga ditemani istri datang ke lokasi untuk melakukan pengambilan gambar dan data lainnya untuk melengkapi bahan film dokumenter.
Guna mewujudkan film tersebut, Andrew dan tim sangat sabar mengumpulkan data. “Kami sudah mengumpulkan data sejak tiga tahun lagi dan kini tinggal dilengkapi sedikit lagi untuk pembuatan filmnya,” jelas Andrew, pria bule dari Australia.

Yang jelas proyek film biopik berskala besar yang mengangkat sejarah otomotif dan perjuangan kemerdekaan Indonesia tersebut, kini tengah dipersiapkan secara matang. Bahkan, kehadiran tokoh-tokoh penting dalam industri otomotif di ajang IMI Awards (Anniversary ke-120) menjadi sinyal kuat bahwa kisah hidup sang legenda balap, Tinton Soeprapto, bakal segera mendunia melalui sinema.
Disebutkan bahwa proyek ambisius itu sendiri, tidak hanya menyoroti karier sirkuit sang pembalap senior. Tapi, juga menggali akar sejarah keluarga yang mendalam. Sineas yang terlibat berkomitmen untuk menyajikan narasi yang kuat mengenai bagaimana semangat juang masa lalu bertransformasi menjadi prestasi di lintasan modern. Andrew James menegaskan bahwa sosok Tinton bukan sekadar ikon olahraga, melainkan simbol kemenangan bangsa yang memiliki nilai historis sangat tinggi.
“Yang pasti, kami sangat senang bisa mengerjakan film ini. Apalagi bekerjasama dengan Tom Sebastian, tentu kualitas filmnya bakal mendunia,” harap Andrew yang sangat mencintai Indonesia dan bahkan istrinya pun asli wanita Indonesia yang kini dikaruniai putri cantik bernama Kinikita James.
Film tersebut, menurutnya,bukan hanya mengangkat kisah pribadi Tinton, melainkan juga menyinggung sejarah keluarga. Mulai dari Sang Ayah yang punya keterikatan kuat dengan sejarah kemerdekaan Indonesia, hingga anak-anak Tinton (Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto) yang juga dikenal sebagai pembalap, pengusaha, dan politisi. Ayah dari Tinton adalah salah satu perwira penting dalam organisasi Pembela Tanah Air (PETA), sebuah kesatuan yang kelak bertransformasi menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Hampir selama tiga tahun lamanya melakukan pengembangan kreatif dan kolaborasi dengan sineas Hollywood telah mengumpulkan banyak data dan tahap penyusunan naskah dan konsep. “Selama tiga tahun terakhir kami mengumpulkan data akurat serta menyusun formula cerita yang tepat. Proses yang berjalan lambat dan penuh kehati-hatian ini sengaja dilakukan demi menjaga otentisitas sejarah serta memastikan kualitas sinematik yang dihasilkan mampu bersaing di kancah global,” beber Andrew.
Terkait keterlibatan talenta Hollywood ini diharapkan mampu membawa kisah lokal Indonesia ke panggung internasional dengan standar narasi perfilman dunia yang memikat. Tom Sebastian mengungkapkan kekagumannya terhadap karakter sang tokoh utama yang dinilai sangat dekat dengan masyarakat biasa namun memiliki dampak yang luar biasa besar bagi sejarah otomotif.
“Pak Tinton bukan politisi. Dia orang biasa, tapi seseorang yang mudah bergaul dengan siapa saja,” kata Tom yang telah mengenal kepribadian Tinton.
Selain itu, Tom juga menjelaskan bahwa langkah konkret berikutnya adalah memproduksi serangkaian cuplikan pendek atau teaser yang berfungsi sebagai instrumen presentasi utama kepada publik. Dengan menggabungkan cuplikan asli dari zaman PETA yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, film ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan melainkan juga media edukasi sejarah yang valid.
Rencana agenda besar berikutnya yang telah dijadwalkan oleh tim produksi adalah melakukan perjalanan ke kawasan Sirkuit Internasional Mandalika pada bulan Oktober mendatang bersama dengan Ananda Mikola untuk melanjutkan proses pengambilan video tambahan. “Sebab, perjalanan ke Lombok ini menandai fase akhir dari pengumpulan materi visual modern sebelum seluruh aset masuk ke tahapan pasca-produksi yang lebih kompleks,” pungkasnya. ® RED/AGUS SANTOSA

