Kong Guntur Elmogas, Ikon Budaya Bekasi

BEKASI [POSBERITAKOTA] – Bicara soal kebudayaan di Bekasi, tentu tidak akan terlepas dari sosok yang dikenal dengan nama Kong Guntur Elmogas. Dengan SITUN-nya, ia memang menjadi ikon salah satu daerah penyangga ibukota Jakarta. 

Kong Guntur menjelaskan bahwa SITUN adalah singkatan dari puiSI panTUN. Ia terus mengarangnya di setiap harinya. Sangat khas dan lokalitas bergaya asli Bekasi. 

Yang luar biasa adalah setiap bercakap dengannya akan mengalir SITUN-SITUN yang menghibur hati. Bikin gerrr alias ketawa dan selanjutnya hati menjadi nyaman.

Menurut Kong Guntur, situnnya harus bisa menghibur orang. Jadi, jika orang menjadi kesal saat membacanya atau mendengarnya, maka tidak pelak lagi ia merasa gagal. 

“SITUN adalah saya karena situn saya adalah Kong Guntur. Sejak tahun 2005 sampai kini berarti sudah 12 saya berkarya melalui SITUN. Kurang lebih sudah 160.000 SITUN,” jelasnya. 

Banyak hal yang sudah didapatnya dari ber-SITUN-ria. Bukan sekadar karyanya dikenal orang, ia juga menjadi populer, punya citra diri, sampai bisa memecahkan prestasi melalui Museum Rekor Indonesia (MURI). Saat itu, ia secara nonstop membaca situn selama 12 jam.

Lelaki yang pada Rabu, 8 Maret 2017, ini berumur 63 tahun selama selusin tahun ini memang terus men-SITUN-kan diri. Sejumlah situnnya sebagian termaktub dalam enam buku yang tebalnya masing-masing antara 300an halaman.

Baca Juga:  Tak Dilibatkan Perencanaan, PENGELOLA ISLAMIC CENTRE BEKASI Menolak Dilintasi Tol Becakayu

Ia menggambarkan dalam sehari minimal membuat situn antara 5 sampai 10 buah. Kesemuanya mengalir dengan begitu saja. Tanpa beban. Tanpa pretensi mau disebut apapun.

Soal tema? Ia memang luwes. Tidak terbatas pada Bekasi dan permasalahannya. Namun, tentang kehidupan sehari-hari, terutama yang aktual di masyarakat seperti jelang duel putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta antara pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Atau nasihat untuk orangtua dalam mendidik putra-putrinya.

Bicara keaktorannya di atas panggung ia merasa terus meningkat. Performanya dari yang sederhana hanya tampil secara tunggal alias sendiri, kini tampil secara grup dan biasanya dengan El Borus (BOcah gampang DiuRUS). Kelompok ini terdiri 8-10 orang yang masing-masing menggawangi alat musik seperti jimbe, ukulele, dan lain sebagainya.

Kong Guntur meladeni soal pentas dari segala urusan. Mulai manggung situn di sekolah, mendampingi para ustadz, sampai penasihat di hajatan sunatan atau perkawinan. Dengan ciri khasnya, yakni keseharian, penuh petuah, dan bikin segar hati jiwa. Kong Guntur memang jagonya dalam hal tampil beda dengan mereka yang sudah ada.

“Seni nggak pake ribet. Hayo aja yang penting jujur dan nggak macam-macam. SITUN kan mengajak orang kepada kebaikan,” tuturnya, mengakhiri. ■ Red/Ays

Beri Tanggapan