Bang Dailami Ingin Budaya Gotong Royong, Santun dan Tepo Seliro Tetap jadi Ciri Khas Masyarakat Indonesia

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Budaya gotong royong, santun dan tepo seliro serta penduduknya yang ramah dan murah senyum tetap menjadi ciri khas dari masyarakat Indonesia. Namun sayangnya kenapa semua itu seperti hilang entah kemana?

“Yang nampak justru sikap dan gaya individualis dan mementingkan golongan. Belum lagi ditambah dengan maraknya tontonan kekerasan dan perilaku-perilaku yang tidak terpuji dan bahkan sangat jauh dari norma agama maupun adat istiadat,” tegas Prof Dr H Dailami Firdaus, Senator DKI Jakarta yang akrab dipanggil Bang Dailami saat melakukan ‘Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan‘ di Jakarta, Kamis (20/7).

Menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-MPR) RI wakil DKI Jakarta, pesat dan majunya perkembangan jaman serta teknologi yang tak terbendung, berakibat pada  makin tergerusnya budaya serta adat istiadat yang tercipta di masyarakat Indonesia.

“Sedangkan generasi muda saat ini hanya dapat mendengar cerita-cerita saja. Bahkan mereka seperti mendengar donggeng bahwa ada yang namanya negeri Indonesia yang memiliki penduduk ramah, santun, gotong royong dan juga sangat tepo seliro,” tutur dia.

Karena itu pula, ditegaskan Bang Dailami, melalui ‘Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan‘ (Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI), diharapkan akan menjadi sebuah benteng besar dan kuat yang selalu dan akan mampu menjadi filter dan dinding untuk menghambat paham, aliran dan budaya Barat karena tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

“Saya pun sangat yakin kalau dalam diri kita masing-masing telah terpatri jiwa Pancasilais, mengalir darah perjuangan untuk mempertahankan Ibu Pertiwi, menghormati perbedaan dan keragaman yang ada di Bumi Indonesia ini. Termasuk bahwasannya UUD 45 adalah sumber dari segala hukum di Tanah Air,” paparnya lagi.

Hanya saja, diungkapkan Bang Dailami bahwa dirinya sangat menyayangkan kalau semua itu hanya terucap dengan lisan dan belum terwujud dalam konteks kehidupan bermasyarakat secara utuh dan nyata.

Dalam setiap kegiatan sosialisasi kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat melalui ‘Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan’ sebelumnya, Bang Dailami selalu menekankan agar semua elemen masyarakat melakukan perwujudan-perwujudan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari untuk menularkan esensi dari Pancasila, UUD45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Makanya dalam kesempatan hari ini, tentu saja dihari yang penuh dengan keberkahan ini, saya kembali menekankan dan tidak akan bosan menyuarakan dalam setiap kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan,” ucapnya, serius.

Menurut pandangan Bang Dailami seraya menutup orasinya bahwa untuk mencapai masyarakat yang berkeadilan sosial, akan menjadi nyata bila kita semua melaksanakan dan komitmen dengan apa yang terkandung dalam makna 4 Pilar Kebangsaan tersebut. ■ Red/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here