Ada 495 Kasus, POLRES SERANG : Menurun Angka Kecelakaan di Tahun 2017

SERANG (POSBERITAKOTA) – Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Serang mencatat ada 495 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum yang ditangani. Itu menandakan terjadi penurunan secara mencolok, jika dibandingkan dengan 2016 silam dan berdasar data dari unit Lakalantas justru mencapai angka 716 kasus.

“Justru angka 495 di tahun 2017 itu, karena masih menyatu dengan Polres Serang Kota. Jika dihitung sejak berpisah dengan Polres Serang Kota pada April lalu, kasus kecelakaan yang terjadi wilayah hukum Polres Serang hanya berjumlah 301 kasus,” papar AKP Lucky Permana Putra, Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Serang, di kantornya Kamis (28/12).

Bahkan seiring dengan menurunnya angka kecelakaan, jumlah korban jiwa yang disebabkan kecelakaan, juga menurunn cukup drastis. Sepanjang tahun 2016 tercatat ada 259 pengendara meninggal dunia, luka berat 78 dan luka ringan 864 orang. Sedangkan angka kecelakaan pada 2017 hanya tercatat hanya 146 korban jiwa, 43 luka berat dan luka ringan 628 orang.

“Tentang kerugian materi sebesar Rp 843.050.000 di tahun 2016 dan sebesar Rp 532.200.000 pada tahun 2017,” tambah Kasatlantas didampingi Kanit Lakalantas, Ipda Ayu

Dipaparkan dengan menurunnya angka kecelakaan, membuktikan tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Serang dalam berlalulintas sudah cukup tinggi. 

Kasatlantas juga membeberkan bahwa dalam upaya menekan angka kecelakaan, pihaknya tidak bosan-bosan memberikan imbauan baik melalui pemasangan spanduk imbuan pada titik rawan kecelakaan dan pusat keramaian.

“Bentuk himbuan juga kami lakukan melalui media massa, baik cetak ataupun elektronik bahkan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” papar Lucky lagi.

Menurut Kasatlantas baik di tahun 2016 maupun 2017, korban kecelakaan tersebut masih didominasi oleh pelajar dan karyawan swasta. Sedangkan usia korban didominasi umur 17 sampai 25 tahun. Sementara, jenis kendaraan yang terlibat masih didominasi kendaraan roda dua.

“Sedangkan untuk penyebab laka lantas pada umumnya,  terjadi karena faktor manusia kurang hati-hati. Ada kelalaian, dan kurang konsentrasi,” tutup AKP Lucky. □ Red/ARIA/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here