Setiap Menjelang Imlek, RATUSAN PENGEMIS Dadakan Berharap Rejeki dari Ang Pao

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Bagai pemandangan yang sudah biasa setiap tahunnya, jelang datangnya Tahun Baru Imlek, vihara-vihara dan mall-mall yang ada di Ibukota tak ayal diramaikan kehadiran pengemis musiman.

Mereka tak hanya datang dari kawasan Jabodetabek saja. Tapi banyak juga yang sengaja datang dari daerah wilayah Indramayu dan Cirebon atau dari berbagai kota di Jawa Tengah yang lain.

Sejauh pemantauan Tim POSBERITAKOTA di lapangan, vihara dan mall di kawasan Kota atau Jalan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, sejak pagi sudah diserbu pengemis yang terdiri dari ibu-ibu, orangtua jompo dan juga kalangan anak-anak.

Mereka berharap diberi uang recehan. Jika seharian nongkrong di sekitar vihara atau mall, bisa meraih antara Rp 100 sampai Rp 200 ribu/orang. Sementara aparat Satpol Pamong Praja (PP), sepertinya belum menjadikan mereka sebagai sasaran operasi.​”Makanya, jangan kaget kalau mereka bebas berharap uang recehan dan bahkan ang pao dari warga Tionghoa yang hilir mudik datang ke vihara atau sekadar berbelanja ke mall,” ucap Sarwono, pedagang di kawasan Kota, Kamis (15/2).

Vihara Ekayama Dharma di kawasan Kota, Jakarta Barat, sejak lima hari belakang sudah dipenuhi pengemis. Tak jarang mereka berani menemui warga Tionghoa di pintu masuk, kemudian menadahkan tangannya dengan harapan diberi uang recehan atau ang pao.

Suriti, pengemis asal Indramayu, mengaku sudah sejak seminggu yang lalu berada di Jakarta. Ia berharap dengan 10 hari nongkrong mengemis di vihara atau mall, saat pulang ke kampung bisa mengantongi uang antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta.

“Saya ke Jakarta, bareng sama warga satu desa. Rombongan naik bus. Lumayan hasilnya karena nggak harus kerja keras. Biasanya nanti pada hari H, bisa dapat ang pao ratusan ribu rupiah,” katanya, terus terang.

Ratem, warga asal Cirebon, justru lebih memilih datang ke  mall-mall yang ramai didatangi warga Tionghoa. “Biasanya mereka kasih uang recehan. Bisa duaribu, limaribu atau bahkan sepuluh ribuan,” aku ibu yang harus meninggalkan suami dan anak-anak di kampung halamannya. ■ RED/Tim PBK/AYS

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here