Ketum PBNU, KH SAID AQIL SIRADJ Sebut Perjodohan Tanda Kebesaran Allah SWT

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Terjadinya perjodohan antar anak Adam jelas merupakan tanda dari kebesaran Allah SWT. Tidak bisa dihalangi oleh pihak manapun, karena mereka telah ditakdirkan alias dipersatukan untuk membina kehidupan berumahtangga.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Sirodj, saat berceramah menjadi penasehat pernikahan di Ruang Bima Lantai 2 Hotel Bidakara Jakarta, Minggu (15/4) kemarin.

“Terjadinya perjodohan pasangan Rahmandra Ramli dan Metty Tusiana ini merupakan tanda kebesaran Allah SWT. Perjodohan keduanya karena Allah SWT, bukan karena lantaran siapa, tidak ada campur tangan dengan siapa pun, “ tegasnya.

KH Said Aqil Siradj menambahkan bahwa kedua pasangan dokter ini, dipertemukan baik secara jasmani dan rohani. Namun yang utama adalah pertemuan dengan menyatukan dua budaya, yakni Minang dan Sunda serta pertemuan dengan mengutamakan akhlaq.​Dalam pandangannya lebih jauh, bangsa Indonesia adalah bangsa yang bermartabat, berbudaya dan gemar berakhlaq. Oleh karenanya sebut Ketum PBNU tersebut, ketika budaya hancur, maka ekonomi pun tidak ada artinya.

“Kemajuan bangsa ini, dimulai dari rumahtangga. Jadi, rumahtangga yang bermartabat akan menjadikan bangsa yang bermartabat pula. Rumahtangga yang kacau-balau, Indonesia pun akan kacau-balau. Nauzubillah,” tutur dia.

Menurut KH Said Aqil Siradj bahwa orangtua Metty, yakni Maedah Abtari adalah madrasah pertama. Sebelum masuk sekolah formal, Metty juga masuk madrasah pertama. Makanya, ketika Ibunda membimbing anaknya dengan baik, maka sesungguhnya telah disiapkan suatu generasi dan negera yang bermartabat.

“Sekali lagi, mari kita dengan ikhlas, mendoakan ananda Andra dan Metty untuk  membangun rumahtangga dengan  ibadah dan abadi. Insya Allah sampai disurganya Allah SWT nanti,” katanya, panjang lebar.​Sementara itu saat diminta pendapatnya seputar nasehat KH Said Aqil Siroj untuk  kedua mempelai, Efri Jhonly selaku orangtua Metty sangat berharap itu semua bisa menjadi contoh atau panutan bagi anaknya di dalam membina kehidupan berumahtangga.

Semoga bahtera kehidupan rumahtangganya, sejak muda sampai kakek-nenek nanti, masih tetap harmonis. Mempertahankan hubungan rumahtangga dengan penuh kesabaran. Masa lalu anggaplah perjalanan yang manis dan indah. Tapi sekarang tinggal kenangan.

“Kenangan itu sebagai rahmat. Kasih sayangnya, termasuk pada saudara baik kakak dan adik. Istilahnya menjadi satu kesatuan. Itu pesan yang bisa saya ambil itu dari beliau (Said Aqil Siroj-red),” komentar Efri kepada POSBERITAKOTA.

Seperti diketahui bahwa mempelai wanita adalah Metty Tusiana kelahiran Jakarta 5 Juni 1994. Ia anak pertama dari lima bersaudara (3 perempuan dan 2 laki-laki) dari pasangan pengusaha Efri Jhonly dan Maedah Abtari.

Perempuan cantik bergelar dokter itu dipersunting oleh seorang lelaki  anggota dari kesatuan TNI AD yang  bergelar dokter pula, Letda CKM Rahmandra Ramli dan asli kelahiran Jakarta 1 Mei 1990. Ia adalah putra pasangan salah seorang purnawirawan TNI yang bergelar dokter yakni Kol (Purn) Maizurman Ramli dan Ratna Mahyar.

Sebelum dilangsungkan akad nikah dan resepsi perkawinan di Ruang Bima Lantai 2 Hotel Bidakara Jakarta pada Minggu 15 April 2018 kemarin, terlebih dahulu calon pengantin perempuan melalui prosesi upacara adat yang didominasi adat Minang di rumah kediaman Ketua HIPKA DKI ini, di Tirta Golf BSD, Tangerang Selatan, Jumat (13/4). ■ RED/S HANDOKO/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here