Dana SILPA 2017 Rp 13,1 T, INGGARD Bilang Bukan Kesalahan Annies-Sandi

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Dana Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) APBD DKI Jakarta Tahun 2017 sebesar Rp 13,165 triliun bukan merupakan kesalahan Gubernur Anies Baswedan. Sebaliknya masyarakat justru perlu berterima kasih karena Pemprov berhasil berhemat pengeluaran anggaran.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, mengatakan daripada anggaran digunakan untuk keperluan yang tidak karuan, lebih baik disimpan sebagai SILPA. “Siapapun tidak boleh menyalahkan Gubernur Anies dan Wagub Sandi, karena keduanya tidak terlibat dalam penyusunan APBD 2017,” kata Inggard, politisi senior Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Barat.

Inggrad menyebut bahwa anggaran tersebut, justru disusun Ahok saat masih jadi Gubernur DKI Jakarta. Sedangkan tingginya angka SILPA, karena disebabkan berbagai faktor. Dua diantarnya akibat upaya penghematan dan bodohnya SKPD mengelola anggaran.

“Eksekutif hanya pintar merencanakan anggaran, tapi lemah penyerapan karena malas mengeksekusi kegiatan,” kritik Inggard. Aggota Komisi A (Bidang Pemerintahan) DPRD DKI ini, menambahkan tingginya SILPA juga dikarenakan meningkatnya pendapatan daerah sebesar Rp 14,12 triliun atau meningkat 23,78 persen dari penetapan sebelumnya.

Oleh karena itu, kata Inggard, masyarakat Jakarta juga mesti berterima kasih kepada Anies- Sandi yang telah berhasil memacu peningkatan pendapatan daerah secara signifikan, sehingga kas daerah memiliki uang lebih. “Tapi, Gubernur Anies, sebaiknya juga menindak tegas pimpinan SKPD yang penyerapan anggaran lemah. SKPD yang daya serapnya tidak lebih dari 50 persen, harus dicopot,” desaknya.

Ke depan, para SKPD harus mampu menyerap anggaran yang telah direncanakan minimal 90 persen demi percepatan pembangunan.

Sebelumnya Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi, menyatakan pendapatan dan penerimaan Pemprov DKI di tahun anggaran 2017 mencapai Rp 73,51 triliun. Jumlah tersebut meningkat 102,36 persen dari anggaran sebelumnya.

Menurutnya pendapatan DKI meningkat Rp 14,12 triliun atau 23,78 persen dari realisasi anggaran 2016 yang hanya sebesar Rp 59,39 triliun.
Adapun belanja dan pengeluaran pembiayaan 2017 mencapai Rp 61,05 triliun atau dari anggaran sebelumnya. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here