Tanggap Bencana NTB, BAZNAS Bangun Rumah Sakit Lapangan di Lombok Utara

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendirikan Rumah Sakit Lapangan untuk membantu para korban gempa 7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB). Rumah sakit untuk penanganan gawat darurat ni dibangun di Desa Sanggar Sari, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Anggota BAZNAS, Emmy Hamidiyah, mengatakan BAZNAS mengambil peran penting sebagai lembaga pemerintah non struktural untuk pelayanan kebencanaan dalam bentuk Rumah Sakit Lapangan.
“Untuk membangun Rumah Sakit Lapangan tersebut, BAZNAS mengerahkan enam dokter dan tujuh orang perawat serta belasan tenaga rescue untuk membantu
masyarakat mendapatkan perawatan medis,” ujarnya di kantor BAZNAS Jl Johar, Menteng, Jakpus, Rabu (8/8).

Rumah sakit ini akan dibangun menggunakan tenda dari BNPB di Desa Sanggar Sari, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Lokasi ini dipilih karena berada di area perbukitan yang jauh dari Posko Induk, di mana hampir seluruh rumah mangalami kerusakan.

“Pos kita berdiri di daerah tersebut agar mudah menjangkau dan terjangkau bagi masyarakat terdampak,” kata Emmy seraya menambahkan bahwa tim resque BAZNAS sudah diberangkatkan ke lokasi pada hari pertama gempa yang menewaskan ratusan warga dan mengakibatkan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga:  Usung Slogan Promoter, POLDA PAPUA BARAT Gerakan Masyarakat Melalui Kreasi Bhabinkamtibmas

Ia mengungkapkan saat ini tim di lapangan sedang berkoordinasi dan mempersiapkan area untuk pemasangan tenda. “Kita mendapat ijin untuk menggunakan tenda BNPB dan saat ini sedang persiapkan,” katanya. Selain Rumah Sakit Lapangan, BAZNAS juga akan mendirikan tenda pengungsi lengkap dengan dapur umum.

Emmy yang juga Kepala Divisi Pendistribusian BAZNAS sekaligus Komandan Aksi BAZNAS untuk Gempa Bumi di Lombok, menuturkan kalau tim terus merespon kebutuhan para pengungsi. Bahkan berdasarkan pengalaman dalam menanggani krisis akibat bencana, kekurangan fasilitas kesehatan dan kerusakan fasilitas kesehatan yang terjadi sering menganggu pelayanan kesehatan.

Selain itu, dalam situasi darurat bencana, timbul korban massal yang memerlukan penguatan fasilitas kesehatan yang ada untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi korban bencana.

“Kami berharap pembentukan Rumah Sakit Lapangan BAZNAS merupakan bentuk nyata dalam penanggulangan kebencaan untuk menjamin kesehatan kebencanaan,” katanya.

Pihaknya juga mengerahkan 30 relawan yang terdiri dari mahasiswa penerima program Beasiswa BAZNAS untuk terjun di lokasi guna membantu penanggulangan korban. “Adapun pada tahap pertama Tanggap Bencana ini, kami baru mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Nanti akan ditambah lagi sesuai kebutuhan yang ada,” tutupnya. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan