Lokasi Dibangun Skybride Tanah Abang, RATUSAN PKL Jatibaru Dilarang Jualan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di lokasi penampungan Jl Raya Jatibaru, dilarang berjualan selama 25 hari ke depan. Pasalnya di lokasi tersebut mulai dipagar untuk kelancaran pembangunan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang.

Penutupan di badan Jalan Raya Jatibaru dimulai dari tanggal 20 September sampai 15 Oktober. Untuk kebijakan tersebut, pihak terkait seperti Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah serta Perdagangan (KUMKMP), Satpol PP dan PD Pembangunan Sarana Jaya melakukan sosialisasi pamungkas pada Kamis (20/9).

“Seluruh PKL, terutam di Zona C dan D agar mematuhi kebijakan ini demi kelancaran pembangunan Skybridge,” ujar Direktur Pengembangan PD Pembangunan Sarana Jaya, Denan M Kaligis.

Pembangunan JPM atau Skybridge untuk memudahkan akses antara Stasiun KA di Jalan Raya Jatibaru ke kawasan Pasar Tanah Abang. Jembatan sepanjang 600 meter tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyeberangan orang tetapi juga buat menampung ratusan PKL yang selama ini ditampung di Jl Raya Jatibaru.

“Sisa pembangunan tidak lama lagi. Kalau situasi kondusif dan pekerjaan lancar, maka pada pertengahan Oktober sudah selesai dan tak lama kemudian langsung diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta,” jelas Denan.

Kepala Sudin KUMKMP Jakarta Pusat, Richard Bangun, menuturkan pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada para pedagang di kawasan Jl Jatibaru. Adapun jumlah pedagang seluruhnya hampir mencapai 400 lapak.

“Kami lakukan sosialisasi karena lahannya sempit dan tidak memiliki tempat alternatif lagi untuk berjualan, sehingga untuk sementara waktu ditutup untuk memperlancar serta mempercepat proses pembangunan,” tuturnya.

Salah satu pedagang pakaian di area tersebut, Sarifah, mengaku dirinya dan para pedagang di area itu mengikuti kebijakan yang ada agar nantinya para pedagang beserta masyarakat bisa merasakan manfaat dari keberadaan jembatan tersebut.

“Kami siap tutup sementara waktu demi mendukung kelancaran proyek. Apalagi, kami sudah tak sabar bisa segera berdagang di Skybridge tersebut yang tentunya ramai orang,” paparnya. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here