Kerugian Palu Rp 24 Triliun, BAZNAS Ekspose Kajian Dampak Ekonomi Bencana

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Penanganan bencana yang terjadi di Indonesia pada dasarnya merupakan tanggungjawab semua pihak. Salah satu institusi yang memiliki peran penting dalam konteks ini adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Ketua Baznas Prof Bambang Soedibyo menjelaskan bahwa peran Baznas yang dilakukan diawali dengan fase rescue (upaya penyelamatan secara cepat dan tepat), relief (bantuan kebutuhan dasar untuk mengembalikan kemandirian korban), recovery (pengembalian keadaan sebelum terjadi bencana) dan reconstruction (pembangunan kembali sarana prasarana yang rusak akibat bencana).

“Ini yang harus dilakukan,” ujar Bambang pada acara Public Expose Kajian Dampak Ekonomi Bencana di Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Lebih lanjut Bambang mengatakan bahwa pada saat terjadi bencana, masyarakat yang terdampak akan kehilangan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Aset pribadi maupun umum yang rusak akibat bencana akan menghalangi produktivitas mereka dalam melakukan berbagai hal, misalnya dari segi ekonomi. Oleh sebab itu, mereka pun dapat dikategorikan sebagai ashnaf fakir dan berhak untuk mendapatkan zakat.

Selain dapat diberikan uang zakat, para masyarakat terdampak bencana juga bisa diberikan bantuan dari uang infaq dan sedekah yang dikelola Baznas. “Jadi, mereka berhak menerima infaq dan sedekah yang kami kelola dari masyarakat,” papar Bambang sambil menambahkan untuk donasi gempa Lombok pihaknya sudah menyalurkan dana sekitar Rp 8 miliar dan untuk Sulteng sekitar Rp 7 miliar.

Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas, Dr Irfan Syauqi Beik, menjelaskan mengenai perhitungan kerugian ekonomi di Palu-Donggala, Sulteng. “Untuk kota Palu, estimasi kerugian infrastruktur senilai Rp 23,9 triliun. “Untuk Kabupaten Donggala estimasi kerugian infrastruktur senilai Rp 773,2 miliar,” katanya. Dengan adanya analisis dampak ekonomi bencana ini maka diharapkan hal tersebut akan memberikan panduan bagi Baznas untuk mendesain program intervensi dalam rangka pemulihan perekonomian lokal, baik di Palu-Donggala maupun di Lombok. □ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here