Ada 4 Daerah Terisolasi, BENCANA SULTENG Ditaksir Alami Kerugian Rp 15,29 Triliun.

JAKARTA [POSBERITAKOTA] ■ Bencana gempa bumi dan gelombang tsunami yang menimpa Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), masih belum tuntas penanganannya, terutama bagi ribuan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Bahkan sampai berakhirnya masa tanggap darurat pada Jumat (26/10) kemarin, tercatat masih ada 4 daerah yang masih terisolasi.

Untuk ke-4 daerah tersebut meliputi di Kecamatan Lindu Kolawi, Kolawi Selatan dan Tifitikor. Kesemua terkendala oleh kondisi jalan terputus akibat longsor. Karenanya, bantuan kepada para korban, dilakukan lewat udara dengan menggunakan pesawat Helikopter.

Masih terkait dengan itu, pengungsi yang keluar Sulawesi Tengah (Sulteng) pasca bencana dan ingin kembali ke rumahnya. Jumlah mereka mencapai 21.321 karena sebelumnya dievakuasi untuk meninggalkan tempat tinggalnya. Mereka berharap bisa tinggal lagi di tanah kelahirannya.

Masa tanggap darurat sudah berakhir pada Jumat (26/10) kemarin. Sedang untuk kerugiaan harta benda keseluruhannya ditaksir mencapai Rp 15,28 triliun. Pemerintah memiliki dana siap pakai untuk penangangan bencana Sulteng sebesar Rp 750 miliar dan berada di Kementerian Keuangan.

Kepala Pusat, Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menerangkan bahwa saat ini ada permintaan dari warga masyarakat yang ingin kembali ke Palu dan sekitarnya. Mereka minta difasilitasi oleh Pemerintah.

Selain itu, tambah Sutopo, ada sekitar 100 unit unian sementara (Huntara) dari Pemda Jateng, 200 didirikan Baznas dari rencana 2000 unit, 1.739 dari PMI. Pemerintah masih harus menghitung terkait penyediaan dana yang dibutuhkan untuk rehabilitas dan rekonstruksi.

Berdasarkan data dari BNPB hingga 23 Oktober, total kerugian dan kerusakan akibat bencana Sulteng total mencapai Rp 15,29 triliun. Perincian di Kota Palu Rp 7,6 triliun, Kabupaten Sigi Rp 4,9 triliun, Kabupaten Donggala Rp 2,1 triliun dan Kabupaten Parigi Moutong Rp 631 miliar.

“Kemungkinannya, bisa saja makin bertambah. Sebab, tim masih terus mengecek dan menghitung secara rinci di lapangan,” ujar Sutopo menyudahi keterangannya ■ RED/RIO/AYID/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here