Hadapi Tantangan Global, KGPH SOERYO SOEDIBJO Sebut Perlu SDM Siap Pakai & Inovatif

JAKARTA (POSBERITAKOTA) –
Di dalam menghadapi tantangan global yang sangat kompetitif, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) siap pakai dan inovatif. Selain itu juga harus dibarengi dengan tenaga pengajar/dosen yang berkualitas dan profesional.

Pendapat tersebut dilontarkan KGPH Soeryo Soedibjo Mangkoehadiningrat yang merupakan Pendiri dan Pembina YPP Al-Kamal, usai menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammmad SAW di Jalan Raya Al Kamal No 2 Kedoya, Jakarta Barat, kemarin.

“Karena itu, anggaran pendidikan sebesar 20 persen, harus digunakan secara tepat dan benar.Terlebih akreditasi dan kualitas dosen swasta Pemerintah, juga ikut bertanggungjawab agar kualitas mereka merata,” tegas KGPH Soeryo.

Saat ditanya terkait beasiswa bagi rakyat yang tidak mampu namun punya prestasi akademik baik, menurut dia, YPP Al-Kamal berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk masuk diperguruan tinggi miliknya.

“Kami mempersikahkan masuk kuliah dulu selama satu semester. Jika nilainya baik akan diperbolehkan meneruskan kuliah. Jika sebaliknya, tentu langsung diskualifikasi. Jadi, berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, mereka harus melakukan tes lebih dulu,” janji KGPH Soeryo yang juga pendiri Kampus Institut Sains dan Teknologi Al Kamal tersebut.

Disebutkan KGPH Soeryo bahwa hal terpenting dalam mencapai cita-cita anak muda itu harus memiliki 3K (Kemauan, Kemampuan & Kesempatan). Apabila salahsatu dari ketiga hal tersebut tidak dimiliki, sulit untuk mendapatkan kesempatan memperolah pendidikan tinggi.

“Pastinya, saya berharap generasi penerus, perlu mempunyai tekad kuat untuk membangun negerinya, agar bangsa ini bisa menjawab tantangan zaman ke depan yang dirasa lebih kompleks lagi,” paparnya.

Pada bagian lain, KGPH Soeryo mengatakan tujuan dari menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, agar memberi manfaat bagi masyarakat sekitar di YPP Al-Kamal. “Selain itu juga esensi agar kita semua mewarisi atau mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW hingga menjadi Rasul pilihah Allah SWT,” urainya.

Dalam pandangan dia bahwa kampus atau lembaga pendidikan tinggi telah disusupi paham radikalisme, jelas merupakan pandangan salah dan keliru.

“Karenanya, saya bilang sekarang ini, terjadi miskomunikasi antar sesama muslim. Semoga kedepannnya tak lagi seperti itu. Mari kita jaga bangsa ini, termasuk utuhnya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” pungkas KGPH Soeryo. ■ RED/SHANDOKO/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here