Puji Sepak Terjang ‘Rekan Indonesia’, PROF DR H DAILAMI FIRDAUS Ngaku Bangga & Beri Apresiasi

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Dengan kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina, Prof Dr H Dailami Firdaus mengaku sangat bangga dan memberikan apresiasi positif, terutama terhadap keberadaan dan sepak terjang organisasi masyarakat Relawan Kesehatan Indonesia atau biasa dikenal dengan nama ‘Rekan Indonesia’.

Menurut Senator asal DKI Jakarta yang akrab dipanggil Bang Dailami tersebut, ‘Rekan Indonesia‘ terbentuk pada tahun 2011 silam atau tepatnya 10 Desember. Ormas ini lahir dari kegelisahan gerakan politik dan juga kejenuhan akibat dalam setiap kebijakan kebijakan politik, hak rakyat selalu terabaikan dan hanya menjadi dagangan saja.

“Harus diakui bahwa kepedulian terhadap sesama manusia dan rasa untuk saling tolong-menolong mengalami degradasi atau penurunan drastis. Bahkan nyaris hilang di dalam kehidupan sosial kita,” tegas dia kepada POSBERITAKOTA, Minggu (16/12).

Dalam pandangan Bang Dailami lebih lanjut, berdasarkan kondisi diatas maka ‘Rekan Indonesia‘ hadir untuk dapat mengembalikan jati diri bangsa Indonesia. “Dimana masyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya saling menolong, gotong royong, toleransi, tepo sliro dan saling menghargai serta menghormati sesama manusia,” tutur anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal DKI Jakarta tersebut.

Oleh karenanya pada Hari Jadi ke-7 ‘Relawan Indonesia’, Bang Dailami mengingatkan bahwa ada sebuah tantangan tersendiri, dikarenakan di tahun 2019 seluruh Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) harus berganti dan melebur kepada BPJS. Makanya, tambah dia, masyarakat diwajibkan sebagai peserta BPJS.

Ditambahkan Bang Dailami bahwa kondisi tersebut, tentu saja harus diimbangi oleh perbaikan-perbaikan diseluruh lini bidang kesehatan. Baik dari segi pelayanan, pembiayaan jaminan kesehatan, sinergitas harus terwujud dan pengelolaan yang maksimal profesional maupun tentu saja harus tetap mengedepankan rasa kemanusiaan.

“Karena kita semua harus menyadari sekaligus mengetahui bahwasannya dunia kesehatan kini sudah mengarah kepada dunia industri komersialisasi. Dimana nilai-nilai kemanusiaan terkadang sudah tidak diperhatikan kembali dan akhirnya kalimat orang miskin dilarang sakit menjadi kenyataan. Apalagi selalu dihadapkan mahalnya biaya berobat,” tutup Bang Dailami Firdaus, putra dari almarhumah Prof Dr Hj Tuty Alawiyah AS dan cucu dari almarhum Ulama Kharismatik Betawi KH Abdullah Syafi’ie. □ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here