Sampaikan Soal Beauty 4.0, DOKTER LANNY Pembicara Tunggal di Acara ‘Aesthrtic Outlook 2019’

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pada era industri milenial atau sering disebut Industry 4.0, maka arah industri estetika pun berubah menuju Beauty 4.0. Artinya memasuki gelombang revolusi generasi ke empat tersebut dunia kecantikan sangat dipengaruhi teknologi digital yang serba otomatis dan media sosial yang menjadi bagian hidup tiap orang.

Hal itu disampaikan pendiri sekalugus Presiden Direktur (Presdir) Grup Miracle Aesthetic Clinic, dr. Lanny Juniarti, Dipl, AAAM, saat menjadi pembicara tunggal pada acara “Aesthetic Outlook 2019: The Turn-Around Paradigm of Beauty 4.0”, yang digelar Miracle Aesthetic Clinic Group, di Jl Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (13/2). Acara tersebut dihadiri sejumlah dokter kecantikan, sosilalita, komunitas pecinta estetika, dan lainnya.

Menurutnya pada era ini industrialisasi, teknologi, dan sains berkembang sangat pesat secara fundamental mengubah kehidupan sosial masyarakat dalam lingkungan domestik hingga mondial.

“Didukung dengan kemajuan teknologi yang tinggi, dunia digital mengintegrasikan dunia fisik dan virtual dengan koneksi internet yang menghubungkan ke media sosial,” papar dr. Lanny pada acara yang juga dihadiri direksi Dewi Purnamawati Mustakim dan senior PR, Rheno P. Setia Putra.

Perubahan yang sangat cepat dan radikal itu turut membuat industri estetika sendiri ikut berubah drastis. “Jika dilihat dari beberapa tahun ke belakang, berawal dari tuntutan konsumen akan hasil perawatan yang instan, wajah v-shape hingga tren anti-aging telah mewarnai industri ini,” kata dr. Lanny saat menjabarkan tentang “Era digital telah memberi dampak yang besar pada industri estetika secara global”.

Di industri estetika, fenomena tren timbul karena pengaruh dari perkembangan teknologi dan media sosial. Industri 4.0 ini pun menyeret industri estetika memasuki era Beauty 4.0. Menurutnya, internet khususnya media sosial membawa atmosfer perubahan dalam kehidupan masyarakat, mengubah perilaku, tuntutan, dan minat.

Baca Juga:  Tengok Pasien DBD di RSUD Pasar Minggu, ANIES Temui 3 Jumantik Korban Penganiayaan

Faktor-faktor itulah yang melatarbelakangi terjadinya transformasi terhadap paradigma dan perilaku masyarakat, menimbulkan tuntutan, dan menciptakan tren baru, membawa evolusi dì berbagai bidang industry.

Sebelum era digital, dokter akan memberikan arahan mana perawatan yang tepat bagi klien. Namun seiring berjalannya waktu, klien juga mempunyai keinginan untuk mengikuti tren yang sedang terjadi.

“Kami sebagai seorang ahli di bidang estetik, kami harus dapat menyarankan perawatan apa yang tepat, untuk memenuhi apa yang menjadi keinginan klien, dengan tetap memilki kekhasan tampilan wajahnya, menjadi versi terbaik dari dirinya. Sehingga rasa percaya diri mereka semakin bertambah,” kata dr. Lanny.

Ditambahkannya bahwa goal dari Beauty 4.0 adalah bagaimana para praktisi dapat menyempurnakan tampilan wajah sesuai versi terbaiknya, namun tetap terlihat natural, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Oleh karenanya di dalam menghadapi era Beauty 4.0 ini, Miracle Aesthetic Clinic sebagai salah satu leading brand di industri kecantikan Indonesia, senantiasa berusaha memenuhi perubahan
tuntutan masyarakat, tidak hanya sekadar menyempurnakan tampilan wajah versi terbaik dari pelanggan, namun juga meningkatkan rasa percaya diri, memberi dampak positif serta memberi
kualitas hidup yang lebih baik dalam kehidupan sosial.

Miracle Aesthetic Clinic sebagai salah satu leading brand di industri kecantikan Indonesia, senantiasa berusaha memenuhi perubahan tuntutan masyarakat. Tidak hanya menyempurnakan tampilan wajah versi terbaik klien, namun juga meningkatkan rasa percaya diri, memberi dampak positif serta memberi
kualitas hidup yang lebih baik dalam bagi kehidupan sosial.

Miracle didirikan pada 25 Juli 1996 dan kini dikenal sebagai salah satu klinik estetika terdepan di Indonesia dengan 19 cabang yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Kuta, Balikpapan,
Batam, Makassar, Medan, Manado, Lombok, Yogyakarta dan Semarang. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan