Bersama Satriani Tour & Travel, DRS H EDY HAMDI SA Buka Program ‘Wisata Halal Jalur Spanyol & Maroko’

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Masih cukup banyak napak tilas peninggalan peradaban Islam di belahan dunia ini, belum diketahui secara luas sebagai bagian dari proses kehidupan atau peradaban umat manusia itu sendiri. Jika potensi itu terus digali dan terus digali, niscaya bakal memberikan daya tarik kuat, khususnya bagi umat Islam untuk berkunjung atau berwisata.

Melalui badan usaha atau jasa Satriani Wisata Tour and Travel yang berkantor di Jalan Raya Penggilingan No 7 RT 05/11 Cakung, Jakarta Timur, sosok Drs H Edy Hamdi Syathiri Ahmad (SA), terus berinovasi membuka jalur wisata religi dan wisata halal. Sebelummya, pria yang bakal memasuki usia 60 tahun ini, dikenal sebagai Pelopor Jalur Aqsho sejak tahun 1995.

Namun jika bicara melayani perjalanan religi, baik haji maupun umroh ke Tanah Suci Mekkah, justru telah dirintis sejak 1973 silam. Berkat kegigihan dan melakoninya dengan filosofi ibadah, Satriani Wisata Tour and Travel tercatat masih terus eksis sampai sekarang.

“Apa yang saya lakukan ini, terkait dengan obsesi hidup saya. Apa itu? Cita-cita saya bisa menjelajahi atau mengunjungi 40 negara yang terkait dengan sejarah atau peradaban Islam di dunia ini. Alhamdulillah, saya sudah bisa berkeliling mendatangi 34 negara-negara di dunia,” jelas Drs H Edy Hamdi SA kepada POSBERITAKOTA, Kamis (7/3).

Sekarang, putra sulung dari 7 bersaudara pasangan keluarga Drs MH Syathiri Ahmad dan ustadzah kondang DR HS Suryani T (almh) tersebut, mulai merintis program yang diberi nama ‘Wisata Halal Jalur Spanyol-Maroko’. Menurutnya, banyak hal menarik dari kedua negara tersebut, karena tidak lepas memiliki hostorikal kebangkitan atau mulai masuknya Islam di Eropa.

“Masuknya Islam ke Eropa, sekitar di tahun 700-an atau Abad ke-6. Saat itu, Eropa berada dalam masa kegelapan. Islam masuk ke Spanyol melalui Maroko. Jadi, di Marokolah, ada orang Bar Bar yang dikenal sebagai Toriq Binjihad, membawa pasukan ke Spanyol dan berkuasa hingga 800 tahun lamanya,” ceritanya.

Baca Juga:  Sosialisasi Program P4GN, HIMABA RI Khawatir Sehari Ada 30-50 Orang Mati karena Narkoba

Maka dari situlah tumbuh ilmuwan-ilmuwan Eropa yang memang berasal dari Arab bertebaran di sana. Buku-buku yang dicetak dan terbit di Spanyol ditransletter dan kemudian akhirnya berkembanglah menjadi ilmu pengetahuan. Awal mulanya, Islam berkembang di Eropa, ya melalui Spanyol.

Ayah dari 5 anak tersebut, kemudian menyebutkan bahwa di Kota Cordoba, ada salah satu peninggalan peradaban Islam yakni Mesjid Masquita. Namun, kini tidak bisa digunakan untuk sholat dan bahkan sudah berubah menjadi Katerdhal (Gereja) Selain itu di Kota Istambul yang dulu ada bangunan Gereja Katerdhal, justru kini berubah jadi mesjid.

Selain itu, menurutnya, di Kota Granada terdapat pula Istana La Alhambra. Ini juga merupakan peninggalan Islam di Abad XI sampai hancurnya Islam di Spanyol di tahun 1492 M. Artinya, Islam selama 800 tahun berkuasa di sana, namun 30 tahun sebelum runtuh di Spanyol, Islam juga berkembang di Turki.

“Dalam hidup ini tak lepas dari sejarah. Bersama Satriani Tour and Travel, kita ingin melihat jelajah dunia yang penuh sejarah Islam. Kita ke Aqsho belajar sejarah para Nabi. Kita ke Spanyol belajar peradaban Islam selama 800 tahun serta ke Mesir belajar peradaban Islam di zaman Nabi Musa AS.

Kembali disinggung ke soal program ‘Wisata Halal Jalur Spanyol dan Maroko, dikatakan Drs H Edy Hamdi SA, sementara ini bersama Satriani Tour and Travel akan berangkat dengan periodik tiga bulan sekali. Harapannya, tambah dia, ke depan bisa sebulan sekali, seperti program Wisata Religi Jalur Aqsho. □ RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan