Di Perlintasan Kebon Pedes, KRL JAKARTA-BOGOR Terguling & 3 Penumpang Wanita Terluka

BOGOR (POSBERITAKOTA) – Keluar dari rel, Kereta Rangkaian Listrik (KRL) yang tengah melaju dari Jakarta – Bogor terguling di perlintasan Tanah Sareal, Kebon Pedes, Bogor, Minggu (10/3) sekitar pukul 10.10 WIB.

Dalam peristiwa ini ada tiga orang penumpang yang terluka. Hal ini diakui Kapolsek Tanah Sareal AKP Sarip Samsu. Begitu juga ada tiga gerbong kereta yang terguling.

“Pada musibah ini ada tiga korban yang mengalaminya luka semuanya penumpang wanita dengan sebagian luka lecet,” ucap Sarip seraya menyebutkan dalam peristiwa ini juga ada tiga gerbong yang keluar jalur dan terguling.

Kepada wartawan di lokasi kejadian, Sarip menyebutkan gerbong yang terguling adalah gerbong pertama, kedua, dan ketiga yakni gerbong khusus perempuan dua, dan satu lagi gerbong yang campuran penumpang.

Berdasarkan saksi mata yang diunggah dalam rekam video amatir, terlihat sejumlah penumpang panik dan berhamburan keluar gerbong

Sejumlah penumpang pada gerbong khusus wanita keluar setelah dievakuasi petugas. Selain ibu-ibu, tampak juga anak-anak yang keluar dari dalam KRL khusus wanita itu.

Baca Juga:  KRAP Jakarta Ajak Perantau Kontribusi untuk Ikut Bangun Daerah Asal

Para penumpang berjalan saing memapah di rel. Sejumlah warga sekitar menuntun warga dan menyuruh penumpang untuk menunduk.

Dalam video itu juga tampak dua gerbong terguling hingga menyentuh rel. Sementara satu rel keluar dari rel dan kondisinya miring, sementara gerbong lainnya masih pada jalurnya.

Peristiwa itu masih ditangani polisi setempat dan kini KRL masih dievakuasi. Akibat kejadian ini perjalanan KRL sempat lumpuh beberapa saat.

Sementara untuk poses evakuasi gerbong, petugas minta bantuan crane yang didatangkan dari Bandung. “Ini kita tunggu crane dari Bandung, kira-kira tiga jam dari sekarang (perjalanan dari Bandung ke Bogor-red),” kata Kepala DAOPS 1 Jakarta PT KAI Dadan Rudiansyah di lokasi kejadian seraya menyebutkan dalam evakuasi ini kereta yang anjlok dan keluar dari rel itu akan ditarik menggunakan crane.

Sambil menunggu datangnya crane, petugas melakukan pemotongan listrik aliran atas (LAA) yang ada di lokasi kejadian. Ini dilakukan agar proses evakuasi berjalan aman dari sengatan aliran listrik. ■ RED/ICANK/BUDHI/GOES

Beri Tanggapan