Agar Ditindaklanjuti, BAPILU PARTAI DEMOKRAT BANTEN Serahkan Hasil Survei

SERANG (POSBERITAKOTA) – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Demokrat Banten, Azwar Anas menyerahkan hasil survei kepada Fraksi Partai Demokrat DPRD Banten. Bapilu Partai Demokrat Banten hasil surveinya bisa ditindaklanjuti pihak eksekutif dan legislatif kedepan.

“Penyerahan hasil survei sebagai bentuk perhatian dari Partai Demokrat terhadap roda pemerintahan Provinsi Banten, agar tetap on the track, sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, pada saat pencalonannya dulu, dalam mewujudkan masyarakat Provinsi Banten yang cerdas, sejahtera dan berahklatul karimah,” ungkap Azwar Anas kepada wartawan, Kamis (28/3).

Anas menjelaskan bahwa Pemprov Banten juga tidak hanya ada pada Gubernur dan Wakil Gubernur. Namun, DPRD Banten juga merupakan bagian dari roda penggerak pemerintahan di Provinsi Banten.

“Bentuk perhatian kami tidak hanya pada eksekutif, tapi juga legislatif sebagai roda penggerak pemerintahan dalam mengantarkan Provinsi Banten, agar bisa tetap di jalurnya, dalam mengantarkan masyarakat Banten yang berkeadilan dan makmur, sesuai RPJMD Banten,” kata Anas.

Baca Juga:  Berdasarkan Survei JSI, JOKOWI Belum Aman Menangkan Pilpres 2019

Menurutnya, meski Gubernur Banten, Wahidin Halim tidak lain merupakan ketua majelis pertimbangan daerah Partai Demokrat sendiri. Namun, hal itu tidak lantas membuat Partai Demokrat menjadi acuh terhadap kondisi yang terjadi saat ini, khususnya yang dirasakan oleh masyarakat di Provinsi Banten sendiri.

Seperti diketahui sebelumnya, DPD Partai Demokrat merilis, selama dua tahun kepemimpinan Wahidin Halim-Andhika Hazrumy, hanya 35,7 persen masyarakat saja yang merasa puas. Sedangkan yang merasa tidak puas, sebesar 39,3 persen. Sangat tidak puas 2,0 persen, sangat puas 2,2 persen, dan tidak menjawab 20,8 persen.

Metode penelitian dengan melibatkan 2.500 respondent dengan metode multistage random sampling, dan margin of error dua persen, ada tiga point yang menonjol, pertama mengenai sulitnya mencari lapangan pekerjaan sebesar 31.5 persen. Kedua, harga kebutuhan pokok mahal sebesar 30.6 persen. Ketiga, jalan raya rusak atau tidak memadai 9,4 persen. ■ RED/ARIA/GOES

Beri Tanggapan