Jadi Ikon Baru di Papua, KEMEGAHAN JEMBATAN HOLTEKAMP di Mata Kepala Suku Lembah Baliem

JAYAPURA (POSBERITAKOTA) – Kota di ujung Timur Indonesia yakni Jayapura, Papua, kini memiliki ikon baru berupa Jembatan Holtekamp. Tepatnya berada di teluk Yotefa, jembatan ini berdiri megah di atas bentangan Samudra Pasifik dengan panjangnya 732 meter. Dibangun oleh Presiden Joko Widodo mulai 9 Mei 2015 dengan menelan biaya 1,7 triliun.

Disebutkan bahwa Jembatan Holtekamp menyambungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami (perbatasan). Dari sisi modelnya, Jembatan Holtekamp merupakan jembatan Lengkung Box dan menjadi jembatan dengan bentangan terpanjang dan terlebar di seluruh Indonesia.

Pastinya, sangat diharapkan jembatan itu nantinya bakal menghidupkan perekonomian masyarakat setempat, lantaran obyeknya yang strategis yaitu membuat perjalan dari Jaypura ke perbatasan Papua Nugini lebih cepat. Waktu tempuh dari Jayapura ke Skouw pos perbatasan antar negara yaitu di distrik Muara Tami, bisa terpangkas separuhnya hanya 1 jam 20 menit saja. Sedangkan sebelumnya bisa mencapai 2 sampai 3 jam.

Menurut rencana jembatan ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir Maret atau awal April 2019 ini.
Karena kesan warna merah dari jembatan ini sangat kuat, maka masayarakat di Jayapura yang ditemui di atas jembatan tersebut menyebutkan dengan nama Jembatan Merah.

“Dari Jayapura saja semua orang sudah melihat warna merah jembatan ini melintang indah di tengah laut. Namanya jembatan merah,” sebut para pelancong, meskipun sesungguhnya jembatan ini belumlah bernama.

Di antara para pengujung pada Senin tanggal 25 Maret 2019 kemarin terdapat seseorang cukup terpandang berada di tengah-tengah pengujung yang memanfaatkan waktu petangnya berfoto dan berselfi-ria di dekat jembatan itu.
Ternyata, dia adalah Kepala Suku besar di Lembah Baliem, Alex Silo Soekarno Doga. Dari Lembah Baliem, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, ia berangkat sendiri karena ingin melihat seperti apa kemajuan yang dicapai oleh Indonesia di Papua lewat Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:  Untuk Mendukung Pendampingan Kewirausahaan, PLT KEPALA DPE RICKY Beri Arahan ke PJLP 2019

Kedatangannya didorong oleh semangat untuk melihat kemajuan itu semua, karena belum ada presiden yang dapat mewujudkan janji membangun Papua seperti Presiden Joko Widodo sekarang ini.

Dikatakan Alex Silo Soekarno Doga, ada perjanjian antara orang tuanya, Silo Soekarno Doga degan Presiden RI pertama, Soekarno pada waktu itu. Janji itu utamanya adalah membangun Papua lewat pembangunan jalan (infrastruktur) seperti apa yang kita lihat pembangunan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo Sekarang ini.

Sudah sekian lama sejak Irian Barat (Papua) integrasi atau bergabung resmi dengan Indonesia pada 1969 lewat Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) baru hari ini tampaknya semua janji itu mulai terasa terpenuhi.
Dan, Alex tampak terharu ketika menyaksikan kemegahan jembatan di teluk Yotefa petang itu. Dia melihat anak-anak remaja Papua juga menikmati kegembiraan oleh kemajuan yang hebat itu lewat kemegahan jembatan tersebut.

Alex hanya tersenyum bisu sambil menatap ke depan ke arah jembatan yang megah itu.
Itu sebabnya, tanpa diudang resmi oleh siapapun (Pemerintah Daerah) dan karena didorong oleh kewajiban moral orang tuanya, Alex datang menyaksikan kemajuan Papua lewat jembatan di teluk Yotefa ini. Luar biasa.

Alex juga mengatakan kemajuan ini harus menjadi tanda dimulainya semangat dan kerja keras bagi orang Papua. “Sebab, kemajuan tidak hanya datang begitu saja, tetapi harus ditunjang oleh kemauan dan kerja keras seluruh masyarakat Papua,” tegasnya. ■ RED/ADV/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan