PROF DAILAMI FIRDAUS Prihatin Adat Ketimuran di Masyarakat Seperti Sudah Lenyap

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Jika menyingkapi kondisi saat ini, jelas terlihat bahwasannya telah terjadi pendegradasian atas nilai-nilai luhur bangsa ini secara masif yang mulai mengakar dan berhasil. Adat ketimuran berupa sopan santun, gotong royong, hormat menghormati dan saling menghargai dengan sesama seperti lenyap sudah.

“Bukan hanya itu saja. Jelas sekali terlihat bahwa interaksi sesama warga pun, semakin hari justru semakin hilang. Yang ada malah lebih terlihat sikap individualistis,” ujar Bang Dailami, panggilan akrab Prof Dr H Dailami Firdaus, anggota MPR/DPD RI.

Hal tersebut ditegaskan Senator DKI Jakarta saat menggelar acara ‘Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan‘. Menurutnya, karena empat konsesus kehidupan berbangsa, bernegara serta bermasyarakat yang termaktub dalam Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, menjadi sangat penting untuk dikenali dan diterapkan.

Namun, menurut Bang Dailami lebih lanjut, sayangnya kita sangat minim dan rendah sekali dalam pengaplikasiannya. Selain pelaksanaan di dalam kehidupan bermasyarakat dan keseharian serta termasuk di dalam keluarga. Tentu saja itu yang menjadikan kita sudah menjadi miris.

“Kenapa? Faktanya, kita lebih menyibukan diri dengan duniawi. Kemudian mengakibatkan meningkatnya rasa dan sikap individualisme serta mulai menghilangkan pola hidup bermasyarakat atau berinteraksi sosial,” paparnya.

Karena itu pula, Bang Dailami berpesan untuk diri kita semua. Karena memasuki tahun politik, sebaiknya kita lebih berhati-hati di dalam memilih dan harus memilah serta mempelajari setiap informasi yang masuk atau yang didapat, semisal dari media sosial (Medsos).

“Jangan sampai hanya karena ketidaksukaan terhadap pilihan orang lain, lantas kita malahan menjadi penyebar berita hoax. Atau, bahkan turut serta dalam membuat kegaduhan-kegaduhan di dalam masyarakat. Kita harus bersama-sama saling bersinergi dan saling menguatkan demi menciptakan kesejukan, keamanan, kenyamanan seera kedamaian di dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Bang Dailami, kalem. ■ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here