Bantu Korban Gempa & Tsunami, PEMPROV DKI Berangkatkan Tim Psikologi ke Palu

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemprov DKI Jakarta mengirim tim psikososial ke Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Keberangkatan puluhan petugas terpadu tersebut untuk membantu masyarakat setempat soal kejiwaan maupun kewirausahaan pasca-gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada September tahun lalu.

“Kegiatan psikososial, akan difokuskan pada aksi pembinaan dan pemberdayaan masyarakat serta manajemen sekolah pasca bencana,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Joko Indro, usai melepas keberangkatan tim, Minggu (21/4).

Tim terdiri dari lintas SKPD seperti BPBD, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta. Mereka bertolak dari Bandara Soekarno Hatta Minggu dinihari menuju Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Palu.

Indro mengatakan bahwa tim akan melaksanakan tiga kegiatan utama selama 10 hari ke depan yaitu, pembentukan dan pelatihan kader Psychological First Aid (PFA) berbasis masyarakat setempat, pendampingan sekolah, serta pelatihan kewirausahaan ekonomi mikro.

“Sasaran kegiatan ini yakni pengurus RT/RW, kader PKK, karang taruna, tokoh agama dan masyarakat, guru dan siswa, serta warga terdampak. Kita ingin mereka memiliki kemampuan dan tangguh,” ujarnya.

Baca Juga:  Demi Kualitas Pendidikan, PEMPROV DKI Anggarkan Rp 2,1 T Buat Bangun 132 Gedung Sekolah

Dijelaskan Indro lebih lanjut, pembentukan dan pelatihan kader PFA ini dilakukan untuk mengurangi risiko terdampak bencana pada aspek psikologis. PFA bertujuan membantu seseorang menyembuhkan dirinya sendiri dari dalam.

“Bagaimana si kader ini bisa mengobati dan bertahan sendiri, ada self care-nya. Dia harus bisa menjaga kesehatan mental dirinya sendiri dulu, sesudah itu baru dia bisa menularkan ke orang lain,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Indro menambahkan bagi warga terdampak bencana juga akan mendapat pelatihan dan pendampingan kewirausahaan dalam rangka pemulihan perekonomian mereka. Pelatihan yang diberikan di antaranya, pelatihan di bidang kuliner, produksi sabun, dan kerajinan tangan.

“Kami akan berikan pelatihan bagi para perempuan untuk membuat kue tetapi yang mudah yang bisa langsung untuk dijual. Sementara, bapak-bapaknya kami ajarkan membuat sabun dan pembersih lainnya,” terangnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI juga memberangkatkan sejumlah tim gabungan untuk membantu evakuasi korban dan penanggulangan bencana. ■️RED/JOKO/G

Beri Tanggapan