Tinjau Kantor & Objek Milik Pemkab, BUPATI TEGAL Pastikan Layanan Birokrasi Optimal

SLAWI (POSBERITAKOTA) – Layanan birokrasi di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tegal kepada masyarakat dipastikan bekerja secara optimal. Meski pada gedung, kantor atau objek milik Pemkab terlihat ada kerusakan sedikit di sana-sini. Itu bisa disebabkan karena faktor kualiatas bangunan maupun kondisi lingkungan.Penegasan tersebut diungkapkan Bupati Tegal, Hj Umi Azizah, saat meninjau sejumlah kantor dan obyek milik Pemkab. Salah satunya mendatangi Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Suradadi di wilayah Pantura, kemarin.Menurut Bupati Tegal, terkait kerusakan dinding luar dan bagian atap (plafond), bisa terjadi karena faktor kualitas bangunan atau kondisi lingkungan. Hanya saja, jika asrama ini sering digunakan, bakal lain ceritanya karena kerusakan sekecil apapun pasti diperhatikan. Termasuk kebersihannya.”Nah, kalau tidak, bisa dikomplain penggunanya,” ungkap Hj Umi yang disaksikan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, Toto Subandrio dan Kepala Bappeda dan Litbang, Suharmanto.Singgung soal kerusaan, orang nomor satu di Kabupaten Tegal tersebut, meminta agar kerusakan yang ada bisa segera ditangani. Kemudian, mengintruksikan Kepala UPTD BLK Tri Susanto meningkatkan lagi frekuensi pelatihannya, termasuk menampung peserta dari luar daerah.“Semakin sering digunakan, tentu semakin baik, sehingga tidak timbul kesan mubazir. Ini mengingat anggaran pembangunan asrama BLK tidak murah, yakni mencapai Rp 3,7 miliar di tahun 2015 lalu dengan pendanaan murni APBD Kabupaten Tegal,” terang dia.Pada bagian lain, Hj Umi Azizah juga berharap kedepannya untuk mendukung program kerja. Jadi, tidak ada lagi adanya keraguan antara kebutuhan dengan perencanaan yang kurang sinkron. Sehingga anggaran perawatan dan rehab bangunan di BLK bisa diberikan serta menambah jumlah tenaga kebersihan dan penghijauan lingkungannya.Sementara itu di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Desa Dampyak Kecamatan Kramat, Bupati Tegal menghimbau untuk mengoptimalkan sejumlah peralatan, pasalnya ada beberapa peralatan pengemasan produk yang jarang dipakai karena terkendala tidak adanya tenaga operator.Hj Umi juga menambahkan bahwa pihaknya akan mengevaluasi penggunaan alat-alat tersebut agar berfungsi efektif, termasuk pendayagunaan gedung Welding Center yang juga tidak banyak pemakainya, karena Gedung ini dibangun dengan APBD Pemkab Tegal senilai Rp 944 juta tahun 2016 lalu, ditambah dengan peralatannya senilai Rp 916 juta, sehingga guna mengoptimalkan harus ada kerjasama yang lebih intensif lagi dengan sekolah kejuruan atau vokasi.”Fokus kita ke depan dalam membenahi program kerja pembangunan sumber daya manusia, sehingga sarana dan prasarana yang mendukung harus kita cek. Kita siapkan betul-betul, utamanya untuk mencetak tenaga terampil dan berkualitas untuk menekan angka pengangguran,” tutupnya. ■ RED/CAHYO NG/GOES

Beri Tanggapan