Di Hotel Bersejarah, YOGYAKARTA Menjamu Pecatur Dunia di Ajang ‘GM & GMW Chess Tournament 2019’

YOGYAKARTA (POSBERITAKOTA) – Hari ini gelar kejuaraan catur kelas dunia bertitle ‘JAPFA GM & WGM Chess Tournament 2019’ dimulai di Kota Gudeg, Yogyakarta. Kejuaraan selama satu minggu ini berlangsung di sebuah hotel mewah dan bersejarah Grand Inna Garuda, Yogyakarta (13 – 21 Juni).

Tentu tidaklah salah jika JAPFA sebagai the owner of tournament bersama PB Percasi, memilih hotel tempat turnamen catur bergengsi ini berlangsung. Demikian tutur analis catur sekaligus Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia), Kristianus Liem, Kamis (13/6) petang.

“Anda mesti meposisikan Grandmaster hebat dari Eropa pada tempat yang juga hebat, seperti hotel Garuda ini. Tujuannya agar orang asing paham tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Menurut Kristianus, Hotel Grand Inna Garuda memang sangat bersejarah. Hotel yang terletak di Jalan Malioboro No.60 tersebut merupakan hotel termegah pertama di Yogyakarta. Dibangun oleh makelar dagang Belanda pada tahun 1908.

Saat itu, Pemerintah Belanda memberi nama “Hotel De Djokja”, dioperasikan pada tahun 1911 dan kegunaanya untuk menampung tamu-tamu Gubernur Belanda di Jogyakarta. Kemudian, di tahun 1938 Belanda merenovasi bentuk hotelnya dengan menambah dua buah sayap, utara dan selatan serta bangunan utama di tengah.

Lantas, di tahun 1942 Jepang masuk menguasai Indonesia. Pemerintah Jepang mengganti nama ‘Grand Hotel De Djokja’ menjadi ‘Hotel Asahi. Setelah Indonesia merdeka di tahun 1945, Hotel Asahi diambil alih oleh Indonesia.

Nama hotel tersebut diganti dengan nama baru menjadi ‘Hotel Merdeka’. Baru di tahun 1946, karena keadaan politik yang belum stabil dan untuk mengamankan posisi Republik Indonesia, kota Yogyakarta menjadi Ibukota Negara RI.

Baca Juga:  Cabor Bulutangkis-Pencak Silat, ERICK THOHIR Ngotot Usulkan Masuk ke SEA Games Manila 2019

Maka hotel bersejarah ini menjadi kantor sementara Kementerian Kabinet pada masa itu. Sekarang sisa-sisa sejarah itu masih ada di sejumlah sudut hotel lewat atribut dan relife yang sengaja dipajang di sana.

Ada sejumlah ruang dan atribut mewakili kesejarahan heroisme Indonesia. Baik itu berupa Kedai Kopi Enam Jam di Jogya, Miyagawa Asahi, mewakili hegemoni Jepang, Mataram Bar mewakili kesejarahan Kerajaan Mataram dan lain-lain.

Menurut keterangan sejumlah pemain Indonesia di sana, sejumlah Grandmaster dari Eropa kagum pada hotel bersejarah ini. Karenanya, mengapa JAPFA menggelar Kejuaraan Catur Internasional di tempat ini. Tekad lainnya, karena JAPFA ingin mempertemukan Pecatur Indonesia dengan pecatur unggulan dari Benua Asia dan Eropa.

“JAPFA mempertemuan 12 pecatur pria dan 12 pecatur wanita dari Eropa dan Asia. Mereka di antaranya GM Kokarev (RUS, 2609), GM Ivan Sokolov, (NED, 2595) untuk menjadi lawan tanding tim lndonesia,” jelas Utut Adianto, Ketua Umum PB PERCASI.

Selain itu, menurut Utut lagi, ada 5 pecatur putri cantik luar negeri agar ikut memberi warna dalam kejuaraan tersebut. Mereka di antaranya IM Sophie Millet (Prancis), WGM Gong Qianyun (Singapura), WGM Keti Tsatsalashvili (Georgia), IM Alina L’ami(Romania), WIM Luong Phuong Hanh(Vietnam), serta WIM Rucha Pujari (India).

Mereka akan ditantang pecatur tuan rumah yang terdiri dari WFM Chelsie Monica Sihite(elo rating 2212), EIM Dewi AA Citra(2205), WFM Umi Fisabililah(2201), WFM Monica Putri(2151), WFM Tammi Nasuha Nurdin(2125), dan WFMBZahra Chumaira(2112) yang akan bertanding sebanyak 11 babak memainkan catur klasik.

Pantaslah mereka boleh berprestasi hebat di hotel yang hebat dan bersejarah ini. Selamat memulai bertanding. ■ RED/MIKE WANGGE/GOES

Beri Tanggapan