PosBeritaKota.com
Megapolitan

Dihadiri 100-an Ojol & Opang, KASAT LANTAS POLRES BEKASI Dialog Sosialisasi Tertib Berlalulintas

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Sebanyak 100 pengendara Ojol (Ojek Online) dan Opang (Ojek Pangkalan), melakukan dialog dengan Kasat Lantas Polres Kabupaten Bekasi bertempat di Aula Mapolres, Senin (2/9) kemarin. Mereka yang hadir merupakan pengendara Ojol dan Opal yang biasa beroperasi di wilayah Cikarang.

Acara dialog itu sendiri, digelar dalam rangka ‘Sosialisasi Tertib Berlalulintas Berkeselamatan di Jalan Kepada Kaum Milenial’. Seratusan pengendara Ojol dan Opal bertatap muka langsung dengan Kasat Lantas Polres Kabupaten Bekasi, AKBP Tartono.

Dalam kesempatan dialog serius tapi santai dan penuh kekeluargaan tersebut, Kolid yang merupakan salah satu pengendara Ojol, mengutarakan pendapatnya. Bahkan langsung dapat respon dari AKBP Tartono.

“Pak, saya berani mengakomodir teman-teman. Baik yang dari ojol maupun openg di lahan kosong, dekat stasiun agar tak semrawut. Saya usul kalau di lahan kosong itu diberikan tenda, tentu saja untuk berteduh dan ngumpulnya pengojek,” usul Kolid.

Kasat Lantas AKBP Tartono pun langsung memberikan respon positif. “Ya, segera akan saya tindak lanjuti untuk memasang tenda untuk berteduh dan penumpang bertemu, sehingga nantinya bisa tertib. Jika ada kendala di lapangan, segera laporkan ke anggota dan kami akan bantu pengamanan,” tandasnya.

Setelah mendengar jawaban spontan dari Kasat Lantas tersebut, seratusan pengojek online pun bersorak, karena merasa terlindungi. Bahkan Kolid berjanji tenda bantuan Kasat Lantas, tak hanya diperuntukkan bagi Ojol, tapi Opang pun dipersilahkan untuk bergabung.

AKBP Tartono kemudian mengajak komunitas Ojol dan Opang untuk ikut membantu dan peduli pada keselamatan orang banyak. Sebab, menurutnya, membantu keselamatan orang lain, sama artinya membantu keselamatan diri sendiri.

Ditambahkannya bahwa membantu keselamatan orang lain, perlu mentaati aturan lalulintas dengan kesadaran. Bukan karena paksaan. “Jadi, kesadaran itu, harus tumbuh dari diri sendiri,” tandas AKBP Tartono.

Melapor atau menginformasikan adanya suatu kecelakaan, kata Kasat Lantas lebih lanjut, itu sama saja sudah membantu petugas. “Bukannya jika ada kecelakaan, malah menonton dengan memarkir kendaraan dekat kecelakaan, karena bisa bikin macet. Syukur-syukur ikut menolong korban, itu namanya sudah punya kepedulian kemanusiaan,” ucap dia.

Berikut himbauan Kasat Lantas AKBP Tartono antara lain :
1. Sadar bahwa dirinya wajib mentaati aturan dengan penuh kesadaran
2. Perlu belajar road safety ( berperan aktif upaya2 membangun lalu lintas yang aman selamat tertib & lancar)
3. Peduli dan mengutamakan keselamatan akan keselamatan para penumpang
4. Cek and richek kesiapan operasional kbm nya
5. Dlm group komunitas pengemudi memiliki spirit membangun budaya tertib
6. Pahami PK3 dan masalah emergency lalulintas
7. Membantu polisi ketika ada masalah kemacetan atau kecelakaan
8. Tidak parkir atau ngetem sembarangan
9. Hindari konflik anarkisme
10. Hindari mabok ugal-ugalan kebut-kebutan dan hal-hal yang membahayakan keselamatan bagi diri kita maupun pengguna jalan lain
11. Tidak melakukan tabrak lari. ■ RED/SDON/GOES

Related posts

Proyek Normalisasi Ciliwung Terkendala, PEMPROV DKI Diminta Serius Bebaskan Lahan

Redaksi Posberitakota

Setelah Diputus P2SRS Sebulan Penuh, RATUSAN WARGA AMPK Bersorak Listrik Disambung Lagi

Redaksi Posberitakota

Besarnya Mencapai Rp 256,5 Miliar, DPRD DKI JAKARTA Alihkan Anggaran Kunker & Reses untuk Penanganan Corona

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment