Bangun Sistem Keterbukaan, PANPEL QURBAN 2020 Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen Mulai Bekerja

BEKASI (POSBERITAKOTA) ■ Rapat formal ketiga Panitia Pelaksana (Panpel) Qurban 2020 di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, sudah resmi bekerja. Langkah tersebut diambil setelah mengadakan pertemuan para koordinator/Ketua RT serta perwakilan warga yang masuk dalam struktur kepanitiaan, Minggu (5/7/2020) malam kemarin.

Sebagai pembuka rapat formal bersama, Ketua Panpel Qurban 2020 di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen, Agus Santosa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada undangan yang hadir. Baik itu pimpinan kelembagaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang diwakili Sekretaris Aldi Ardhian dan Bendahara Harjono serta para koordinator dan perwakilan warga.

“Yang pertama ingin saya sampaikan bahwa dalam event Idhul Adha 1441 H yang identik dengan penyembelihan hewan qurban, yakni perlunya membangun semangat kebersamaan, semangat melayani dan semangat beribadah. Bahkan ini menjadi tagline kami dari Panpel Qurban 2020,” jelas Ketua Panpel yang didampingi Aan Andriana (Sekretaris I), Slamet Sahuri (Sekretaris II), Sunarno (Bendahara I) dan Ruslan (Bendahara II Tim Penaksir/Pembeli/Pembayar Hewan Qurban).

Ditambahkannya bahwa dalam event Idhul Qurban kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Apa itu? Pihak Panpel membentuk Tim Penaksir, Pembeli dan Pembayar Hewan Qurban – agar membangun sistem yang lebih transparan (terbuka-red). Sedangkan tim dipercayakan kepada Ustadz Rojali (Ketua) dengan anggota Acoen Surkama, Toyib Hadiwinata, Hartono dan Ruslan.

“Mereka kami beri kewenangan penuh untuk melakukan penaksiran terhadap hewan sapi qurban yang dicari dan akan dibeli nantinya. Bakal melakukan survei ke beberapa tempat atau dari vendor yang ikut memberikan penawaran,” tegas Agus.

Selanjutnya, Sunarno selaku Bendahara Panpel Qurban 2020, memaparkan terkait kebutuhan fasilitas sekaligus pembiayaan atau operasional dari tahap persiapan sampai pada pelaksanaan hari H nanti. Untuk totalnya diperlukan dana mencapai Rp 13 juta.

“Dibutuhkan total dana Rp 13 juta untuk pengeluaran yang akan mencover sejak persiapan sampai hari pelaksanaan. Mulai dari cetak kaos, pembelian sejumlah peralatan, snack atau jika nanti disediakan makan untuk prasmanan bagi 150-an panitia keseluruhan,” ucap Sunarno.

Sementara itu Sekretaris I Panpel Qurban, Aan Andriana, menjelaskan terkait mekanisme kerja para koordinator (Ketua RT), perwakilan warga serta keterlibatan pengurus DKM dan anggota IKRAR (Ikatan Remaja) RW 025. Ia berharap pada pelaksanaannya nanti, jauh lebih tertib dan tertata.

“Kami ingin semua elemen yang masuk dalam kepanitian, bisa bekerjasama. Dalam satu kendali, yakni melalui koordinator Panpel Qurban. Jika komitmen ini dipegang, niscaya dapat meminimalisir kendala,” kata Aan.

Sejumlah Ketua RT ikut memberikan apresiasi terkait dibentuknya Tim Penaksir, Pembeli dan Pembayar Hewan Qurban Sapi. Seperti yang dikatakan Muhammad Andi, Ketua RT 009. Ia bilang sistem keterbukaan memang harus dilakukan, terutama di dalam pembelian hewan qurban.

“Sebab, warga di wilayah RW 025, masih begitu bersemamgat berqurban. Karenanya, saya menaruh apresiasi terhadap Panpel Qurban di tahun 2020 ini. Semoga ke depannya terus berlanjut dengan sistem keterbukaan seperti ini,” ungkap Muhammad Andi.

Sejak Senin (6/7/2020) kemarin, Tim Penaksir, Pembeli dan Pembayar Hewan Qurban – telah bekerja. Ustadz Rojali sebagai ketua didampingi Acoen Surkama (anggota) telah melaporkan hasil survei. Sebelum eksekusi pembelian, Ketua Tim Penaksir bersama Bendahara Pembayar, tentu saja bakal melapor kepada Ketua Panpel Qurban 2020.

Sebagai bentuk komitmen masuk dalam struktur kepanitiaan, para Koordinator/Ketua RT serta perwakilan warga – bakal ikut terjun langsung dalam persiapan akhir untuk pembuatan kandang kambing, pemasangan tenda dan lain-lain yang tujuannya untuk membangun kebersamaan dalam konteks event keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Sampai berita ini diturunkan, Panpel telah menerima pendaftaran dari sebanyak 27 warga atau jamaah untuk ikut berqurban. Mereka dibagi dalam kelas A untuk kolektif Rp 3,3 juta atau B untuk kolektif Rp 3 juta dan baru terkumpul 5 kelompok untuk estimasi pembelian 5 hewan qurban sapi. ■ RED/FOTO-FOTO ROHMAT/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here