Cari Solusi Polemik Reklamasi Ancol, M TAUFIK Segera Galang Dukungan Fraksi Agar Usulkan Revisi Perda RTRW

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, menegaskan bahwa Fraksi Partai Gerindra akan segera menggalang dukungan dari fraksi-fraksi lain di DPRD DKI untuk mengusulkan revisi Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Langkah merevisi Perda RTRW tersebut untuk tujuan mengakomudasi proyek reklamasi Ancol yang kini menjadi polemik di masyarakat.
“Ya kita akan mengajak teman-teman dari fraksi lain untuk mengusulkan revisi Perda yang ada. Seban, Perda itu bisa direvisi setiap lima tahun,” tekad M Taufik seusai menghadiri ‘Gowes Sepeda Jakarta Sehat’ di Cotage Putri Duyung, Ancol, Minggu (19/7/2020) kemarin.

Patut diketahui bahwa izin perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan), Jakarta Utara, yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sampai saat ini terus mendapat penolakan dari sejumlah pihak.

Lantas, bagaimana M Taufik memberi tanggapan terkait penolakan dan polemik yang semakin menguat serta berkepanjangan? Ia bilang merupakan hal biasa apabila berdampak adanya pro kontra dalam sebuah kebijakan.

“Oh, kontra itu boleh-boleh saja, asal dengan pikiran sehat. Nah, dengan cara apa? Ya, harus diajak dialog. Karena, ada orang sih yang tidak setuju reklamasi Ancol,” ujar Taufik.

Menurutnya, orang tersebut malah menyebut kalau reklamasi Ancol, justru bikin kehidupan orang terganggu. “Nah, itu kan mesti dibuktikan, yang terganggu di mana?” Begitu ungkap Ketua DPD Partai Gerindra DKI.

Sedangkan sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan telah memberikan izin perluasan kawasan rekreasi Dufan dan Taman Impian Ancol Timur, masing-masing seluas sekitar 35 hektare dan 120 hektare.

Perizinan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta 237/2020 terkait hal tersebut yang ditandatangani Anies pada 24 Februari 2020. Pembangunan perluasan kawasan tersebut resmi menjadi wewenang dan beban biaya PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA). Bahkan nantinya di kawasan tersebut, salah satunya akan dibangun Museum Sejarah Rasulullah SAW dan tempat rekreasi kelas dunia.

Tak heran jika sejumlah pihak mengaitkan kehadiran Museum Nabi tersebut merupakan siasat Pemprov DKI demi mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk memperluas kawasan Ancol. Padahal hal itu tidak ada sangkut pautnya. “Apa urusannya dengan itu? Janganlah isu agama dimain-mainin? Coba dikait-kaitkan saja, supaya orang dapat dukungan,” pungkas Taufik. ■ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here