Optimis Capai 300 Persen Suara di Pemilu 2024, GOLKAR DKI JAKARTA Gelar Pendidikan Politik

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Tugas berat sedang diamanahkan kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar DKI Jakarta. Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, optimis harus bisa meraih target tiga kali lipat (300 persen-red) dari pencapaian sebelumnya. Dan, itu sekaligus merupakan harapan riil dari partai politik (Parpol) berlambang pohon beringin.

Penegasan dan ekspetasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Golkar DKI Jakarta, Muhammad Anwar, saat memberikan pengarahan dalam program pendidikan politik edisi ke-10, bertempat di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Minggu (13/9/2020) kemarin.

“Terus terang, kita mendapatkan tugas berat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, agar bisa menaikkan suara di Jakarta sebesar 300 persen. Artinya, tak hanya suara tetapi juga jumlah kursi. Harus mencapai minimal 18 kursi di DPRD,” ucap Anwar.

Ditambahkan Anwar bahwa akan sulit jika yang bekerja untuk mencapai target tersebut hanya dilakukan pengurus DPD Golkar DKI Jakarta. Jadi, butuh kerjasama dan kerja keras dari seluruh kader. Mulai dari tingkat terbawah sampai paling atas, plus dukungan Ormas sayap agar bisa mewujudkan harapan tersebut.

Oleh karenanya, lanjut Anwar, Golkar DKI Jakarta terus menggenjot berbagai pengembangan untuk kader sampai Ormas sayap partai, tentu saja agar bisa terjun langsung ke akar rumput. Termasuk menggelar pendidikan politik secara berkala yang direncanakan digelar sebanyak 20 kali.

Menurut dia, sejauh ini DPD Golkar sendiri sudah menjalankan gelaran pendidikan politik sampai edisi kesepuluh. Yang terakhir, Ormas sayap partai Himpunan Wanita Karya (HWK) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar di Kantor DPD Golkar Jakarta yang cukup ikonik, karena mengusung bangunan modern dan konsep kantor partai ramah publik itu.

Para peserta yang ikut pendidikan politik, mendapat materi-materi modal penting sebelum turun ke lapangan. Maklum, sebelum menarik simpati masyarakat, kader atau Ormas harus bisa menjabarkan dan menjelaskan kepada masyarakat tentang visi misi Partai Golkar supaya bisa lebih meyakinkan.

Sedangkan Suprijanto selaku pengajar Universitas Pembangunan Jaya Jakarta Fakultas Psikologi yang mengisi materi dalam acara tersebut, menyebutkan jika setelah mendapatkan bekal melalui pendidikan politik, baik kader atau Ormas harus bisa juga membuat program berkesinambungan di setiap daerah untuk membangun kedekatan dan keterikatan.

“Misi pendekatan komunitas ini lebih mendalam untuk menarik massa yang optimal. Tetapi keterikatannya harus lebih mendalam lagi. Kerjasama dengan banyak pihak dalam program masyarakat itu nantinya bisa menjadi kunci, semakin banyak yang terlibat, semakin bagus,” papar Suprijanto.

Melihat geliat seluruh kader dan Ormas sayap partai yang sudah mengikuti kegiatan pendidikan politik ini selama 10 seri. Karenanya, Bendahara DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Firlie Ganinduto merasa optimistis jika nantinya target yang sudah ditentukan DPP Golkar bisa dicapai bersama-sama.

“Menaikkan kursi 300 persen itu bukanlah hal mudah. Tapi bisa sangat kita capai. Percayalah pada 2024 adalah tahun kebangkitan Partai Golkar,” tutur Firlie, yakin.

Sama seperti edisi-edisi sebelumnya, pada pendidikan politik kali ini, peserta dari HWK dan KPPG juga menjalankan menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Salah satunya dengan membagi peserta pendidikan politik ke dalam dua kelas.

Hal tersebut diberlakukan agar kegiatan ini dapat menjalankan social distancing yang saat ini tengah giat digaungkan Pemerintah. Selain itu, DPD Golkar Jakarta juga terus menyuarakan penggunaan masker untuk meminimalisir penyebaran virus Corona (COVID-19).

Rangkaian pendidikan politik ini, sejatinya direncanakan bakal berlangsung sebanyak 20 kali yang dimulai pada 30 Agustus-13 Oktober 2020. Hanya saja, usai memasuki edisi kesepuluh ini, kegiatan tersebut harus dihentikan untuk sementara waktu lantaran Pemerintah DKI Jakarta, kembali memberlakukan atau dikenal dengan Pemabatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Meski begitu, DPD Golkar DKI Jakarta memastikan bakal menyelesaikan program yang sudah direncanakan. Mereka bakal menyelesaikan 10 edisi lagi dari program pendidikan politik yang sudah dijadwalkan setelah kondisi di Ibukota Jakarta, kembali bisa melangsungkan aktifitas normal.

Pendidikan politik ini memang jadi program berkala yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas diri kader Partai Golkar. Tak hanya kader atau Ormas sayap partai saja, mereka juga bakal memberikan pendidikan politik kepada masyarakat umum sebagai bentuk tanggungjawab dan menjalankan amanat UUD 1945 dari Partai Golkar kepada masyarakat. ■ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here