Saat Kajian Ba’da Mahgrib, USTADZ AANG KUNAEFI Ajak Hadiri Majelis Berkah karena Bisa Tolak Bala Musibah

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Wabah virus Corona (COVID-19) belum hilang dari pembicaran masyarakat luas. Seakan kita semua dibuat takut terhadap virus yang mematikan tersebut. Padahal, ‘tolak bala‘ untuk mengusir atau mencegah musibah, bisa dilakukan melalui majelis berkah – ikut dan hadir dalam kegiatan semacam pengajian atau ta’lim.

“Kalau kita jauh dari tempat berkah, semacam kegiatan pengajian atau ta’lim seperti ini, artinya tidak berupaya untuk melakukan tolak bala. Sebab, di dalam majelis berkah semacam ini, ada doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT agar terhindar dari wabah atau bencana,” ucap Ustadz Aang Kunaefi Sopri S.Pd.I.

Isi ta’lim usai ba’da Magrib di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kebalen, Babelan, Bekasi, Minggu (6/10/2020) petang, kehadiran Ustadz Aang dibanjiri‘ kurang lebih mencapai 100-an jamaah rutin. Mereka dari kalangan bapak-bapak, remaja dan anak-anak.

Disebutkan kalau beriman itu jangan pakai logika. “Tapi harus pakai ruh. Iman kita yang ada dalam ruh, sampai kapanpun tidak akan hancur. Meski sudah meninggal dunia, sedangkan yang hancur itu cuma jasad kita,” papar Mubaliq kondang asal Babelan yang juga dikenal sebagai Guru Aang – Pimpinan Majelis Silaturahim (MS) Ujung Harapan, Babelan, Bekasi.

Lantas, bagaimana tugas kita sebagai hamba Allah SWT di dalam kehidupan ini, selain melaksanakan ibadah fardhu sholat 5 waktu? “Doa, ikhtiar dan tawakal. Kesemua itu, patokannya aqidah. Harus cinta kepada agama yang kita anut, Islam,” ucapnya, tandas.

Bagi kita semua yang hadir dalam majelis berkah (pengajian-red) semacam ini, dipaparkan Ustadz Aang, semoga di akhirat nanti dikasih adem. “Mau tinggal di neraka? Sebab, di neraka itu panas dan bahkan super panas. Jangan sampai masuk dalam golongan orang kafir saat di akhirat nanti. Jadi, kita beriman itu kepada Allah SWT,” ujarnya.

Bahkan, ditekankan Ustadz Aang, yang penting dalam hidup ini kita harus : “Iman Cakep, Sholat Mantap dan Ibadah Bagus. Juga dalam hal Aqidah, Syariat dan Taawuf. Sebab, semua itu akan menyelamatkan hidup kita. Tidak sesat. Kalau ada orang sesat, ya wajib dilawan,” ucapnya.

Dalam menjalani kehidupan ini perlu juga membersihkan jiwa. Jangan bergunjing dan apalagi sampai ghibah. “Justru lebih baik perbanyak sholat dan ngaji. Memegang teguh Aqidah nomor wahid (satu-red),” tambah Ustadz Aang yang juga Ketua DPC Front Pembela Islam (FPI) Babelan Raya, Kabupaten Bekasi.

Sedangkan di dalam beribadah pun harus pas dan paham betul. “Laa tasihhul ibaadatu illaa bima’rifatil ma’buudi. Tidak sah orang beribadah, kalau dia tidak mengenal siapa Tuhan yang dia sembah,” ucap Ustadz Aang menukil salah satu ayat suci Al-Quran.

Dibagian akhir ceramahnya, Ustadz Aang juga menyinggung soal kematian yang mendapatkan gelar husnul khotimah. “Jangan kita iri sama orang lain karena hartanya. Yang boleh iri yaitu kepada orang yang meninggal atau mati sahid. Itu yang hidupnya berkah. Ada yang meninggal dalam keadaan sujud. Maka, Hari Raya yang sesungguhnya adalah orang yang mati husnul khotimah,” pungkas Ustadz Aang. □ RED/FOTO-FOTO ROHMAT/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here