Berempati Ditengah Pandemi COVID-19, AGENG KIWI Serahkan Bantuan bagi Anak Yatim & Dhuafa di Sanggar Humaniora Kota Bekasi

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Rasanya kita semua tak boleh menutup mata, hati dan ditelinga. Tentu saja terhadap situasi dan kondisi di mana tak hanya masyarakat secara luas yang kesulitan mencukupi kebutuhan keluarga. Akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, ternyata juga berimbas kepada anak-anak yatim dan kaum dhua’fa.

“Sebenarnya ditengah pandemi COVID-19 ini, justru banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memberi empati. Salah satunya adalah dengan membantu adik-adik yatim dan dhua’fa,” ucap penyanyi dan musisi Ibukota, Ageng Kiwi, saat Jumat (9/10/2020) kemarin menyerahkan bantuan di Sanggar Humaniora, Perumahan Kranggan Permai, Jatisampurna Kota Bekasi.

Menurut Ageng bahwa salah satu dampak paling dirasakan bagi adik-adik yatim dan dhua’fa, yakni akibat penerapan belajar tanpa tatap muka dengan guru di sekolah. “Penerapan Work From Home (WFH) ditengah pandemi COVID-19 seperti sekarang sangat berimbas kepada dunia pendidikan. Seluruh sekolah menerapkan belajar daring,” paparnya. 

Akibat penerapkan sistem belajar seperti itu, ditambahkan Ageng lebih lanjut, tidak semua adik-adik pelajar dapat memenuhi kelengkapan sarana belajar secara daring. Contohnya untuk kebutuhan atau kepemilikan telepon seluler (HP), laptop, jaringan WiFi atau pulsa dan belum lagi yang lain-lainnya. 

“Setelah melihat realitas inilah yang menjadi concern kami membantu agar mereka bisa mengikuti pelajaran dan tidak terganggu nilai akademiknya. Mudah-mudahan nanti ada dermawan atau pengusaha yang juga tersentuh ikut membantu hal ini,” kata Ageng, penuh harap.

Selain karena memang untuk tujuan menolong, santunan kali ini kata Ageng, telah menjadi niatnya untuk memproyeksikan sebagian hasil usahanya di bidang pemasaran produk kesehatan dan kecantikan Deethree Beautycare untuk kegiatan charity. Untuk bisnisnya tersebut, ia bermitra dengan pengusaha muda, Dian Triana Widiastuti dari Yogyakarta.

Menurut Ageng ada ratusan pelajar anak yatim dan dhuafa di beberapa zona pelayanan yang telah diagendakan mendapat santunan. Namun karena dalam situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi COVID-19, baru sumbangan secara simbolik diserahkan kepada sebagian adik-adik yang diterima secara keterwakilan. 

Bersama penggiat sosial, seni dan budaya Eddie Karsito, Ageng Kiwi pun membentuk berbagai kantong komunitas. Antara lain ada Komunitas Amal Sedekah Ikhlas Hati (KASIH), Rumah Singgah Bunda Lenny, Sanggar Humaniora dan AK Production.

Dikatakan Eddie Karsito bahwa di Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation, tercatat lebih dari 80 anak yatim dan dhuafa non-panti, serta 229 orang pemulung, yang sebagian adalah janda-janda lanjut usia. 

“Melalui badan amal ini secara berkala kami membantu adik-adik pelajar, khususnya yatim dan dhuafa. Baik itu kelengkapan sekolah yang antara lain berupa buku-buku, tas sekolah maupun masker. Termasuk beras dan bahan pokok yang benar-benar dibutuhkan bagi pemulung saat pandemi,” tutur Eddie Karsito.

Bahkan untuk setiap individu, diharapkan Eddie, harus memiliki kewajiban moral untuk berkidmat bagi kepentingan orang lain. Komunitas sosial yang mereka dirikan adalah sarana menebar kebaikan untuk kemanusiaan yang lebih besar. 

“Altruis adalah sifat lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain. Cinta kasih yang tak terbatas. Menebar kebaikan untuk kemanusiaan yang lebih besar,” pungkas Pendiri Yayasan Humaniora ini yang juga dikenal sebagai jurnalis (wartawan) sejak era 80-an tersebut. ■ RED/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here