PosBeritaKota.com
Nasional

Tak Cuma Fokus Kasus Sriwijaya Air, BASARNAS Ikut Terjun Bantu Bencana Alam di Berbagai Daerah

POSBERITAKOTA (JAKARTA) – Belum tuntas menangani kasus kecelakaan pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu, Badan SAR Nasional (BASARNAS) ikut terjun membantu menangani bencana alam di berbagai daerah yang terjadi di Tanah Air. Bahkan BASARNAS berkoordinasi dengan BNPB (Badan Nasioanal Penanganan Bencana).

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan SAR Nasional, Marsma TNI Amirullah Hayadi Nurzaman, menyampaikan hal tersebut ketika ditemui di Posko Terpadu Basarnas Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/1/2021).

“Jadi, selain fokus untuk kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, kita juga turut melakukan bantuan serta dukungan kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Kepolisian dan TNI serta stakeholder terkait di daerah yang mengalami bencana alam,” terang Amirullah.

Ditambahkannya bahwa untuk bencana banjir di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, terdapat puluhan ribu rumah tergenang banjir. “Sedangkan kalau bencana alam, kita ikut koordinasi dari BNPB. Tugas kita melaksanakan fungsi pencarian dan pertolongan atau sebagai mitra pendukung BNPB dan BPBD dalam kegiatan evakuasi dan operasi penyelamatan,” tuturnya.

Amirullah mengungkapkan terkait ketinggian banjir di Kalsel masih berkisar 30 cm hingga 2 meter. “Yang pasti, ada satu helikopter kita stand by di sana. Selain itu, kita juga siapkan perahu karet. Kebanyakan masyarakat yang terdampak banjir cukup parah sudah di pengungsian. Dari informasi yang kami dapatkan ada rencana bapak Presiden akan berkunjung ke sana (Kalimantan Selatan),” katanya, lagi.

BASARNAS tidak cuma fokus di Kepulauan Seribu, namun juga sedang bekerja di 4 daerah yakni di Sumedang dimana delapan 8 orang masih dicari, 14 sudah ditemukan. Begitu pula di Halmahera, Ternate ternyara juga dilanda banjir. “Termasuk di Sinabung juga kembali aktif sampai ke Aceh Tanjung Pinang juga,” jelasnya.

Sementara itu untuk bencana yang berdampak terbesar di Banjarmasin, Kalsel karena hingga puluhan ribu mengungsi. “Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene termasuk kerusakan yang paling parah. Listrik dan air bersih sudah mulai ada di sana. Masyarakat di Mamuju dan Majene masih berada di luar bangunan rumah karena masih ada peringatan gempa bumi susulan,” beber Amir.

Tentang operasi pencarian bagian tubuh manusia serta bagian inti (memory) Cockpit Voice Recorder (CVR) di perairan Kepulauan Seribu, pihaknya bersama personel gabungan terus berupaya melakukan operasi pencarian.

“Saat ini, rencana kapal kita KM Karna akan tiba kembali sore ini. Prinsipnya, kita inginnya cepat evakuasi. Namun gelombang cukup tinggi dan tidak bersahabat. Dari laporan BMKG sekarang di perairan Kepulauan Seribu ketinggian gelombang 1,5-2,5 meter. Jumlah kapal yang melakukan pencarian sudah berkurang,” kata Amirullah. ■ RED/THONIE AG/DONO/HBW/GOES

Related posts

Akan Bersikap Terbuka, NATALIUS PIGAI Bilang Silakan Jika Permadi ‘Abu Janda’ Arya Ingin Menemuinya

Redaksi Posberitakota

Presiden Jokowi dan Wapres JK Saksi Perkawinan Anak-anak Buwas dan BG

Redaksi Posberitakota

Minta Perlindungan, Surat dari SERIBU PRT Akan Diserahkan ke Presiden Jokowi

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment