PosBeritaKota.com
Syiar

Ceramah di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Bekasi, USTADZ HUSNI MUBAROK Ingatkan Kalau Soal Agama Kita Jangan Bersikap Lembek

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Hendaknya terhadap ‘Orang Kafir‘, kita memang tidak boleh bersikap lunak atau lembek. Bahkan, sampai soal ‘Agama‘ dan ‘Nabi‘ kita dihina oleh orang-orang Liberal pun, kenapa masih saja tetap diam? Padahal, di dalam ajaran Islam, ada yang namanya ‘Jihad‘.

Demikian fokus topik ceramah Ustadz H Husni Mubarok Lc.M.Th saat mengisi ta’lim dan sholat Shubuh Berjamaah di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH), Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Ahad (28/2/2021).

Masih mengangkat tema ‘Kajian Tafsir Surah Yasin’ ayat ke-45 hingga ke-48 ustadz yang pernah mengenyam pendidikan agama Islam di Kairo (Messir) tersebut, juga menyinggung soal hari akhir (Kiamat-red), musibah banjir sampai kepada perilaku maksiat (zinah) dan kejahatan, biasanya karena gegara (gara-gara-red) minuman keras (Miras).

“Dalam ayat 45 Surah Yasin disebutkan takutlah kamu yang ada di depan kamu. Begitu pula yang ada di belakang kamu. Tujuannya agar kamu masuk sebagai hamba yang dirahmati,” tutur Ustadz Husni dihadapan puluhan jamaah rutin Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH, Kebalen, Bekasi.

Lebih lanjut ustadz muda yang asli Babelan satu ini, menegaskan takutlah kamu kepada yang di depan kamu, yakni ‘Hari Kiamat’. Kenapa? “Karena, nanti kita semua akan diminta pertangungjawaban di hari akhir. Namun, lebih dulu akan dihisab atas perbuatan-perbuatan kita di dunia. Juga harus takut yang ada di belakang kamu, bagaimana saat umat terdahulu atau di zaman Fir’aun. Bagaimana kedustaan mereka?” Begitu, ulasnya.

Ustadz Husni juga memaparkan terkait kalau Allah SWT sudah menurunkan azab. “Seperti saat kita dikasih sakit atau musibah banjir. Eh, bukannya malah sadar dan berpikir. Sebab, datangnya musibah itu, karena tidak ada yang berdzikir atau sebaliknya ada yang berbuat dosa besar,” paparnya.

Di sisi lain, ditambahkan Ustadz Husni lebih jauh bahwa umat Islam itu kenapa bersikap lunak atau lembek, khususnya terhadap ‘Orang Kafir‘? “Bahkan sampai Agama dan Nabi kita dicaci-maki (dinistakan), kenapa diam? Memang, kalau untuk kehidupan sehari-hari, kita harus bersikap lembut terhadap siapa saja. Tapi, tidak untuk urusan agama. Kita tidak boleh bersikap diam, lemah atau lembek,” urainya lagi, panjang lebar.

Menyinggung soal perilaku maksiat dan kejahatan, ditegaskan Ustadz Husni, bisa disebabkan gegara minuman keras (Miras). Saat ini malah Pemerintah melegalkan produksi Miras. Padahal, itu bakal menghancurkan masyarakat, tidak lagi mengindahkan ajaran agama Islam. “Ada-ada saja, melegalkan Miras, itu bisa mendatangkan bencana besar nantinya,” kata dia, mengingatkan.

Bahkan dalam Surah Yasin ayat ke-48, disebutkan Ustadz Husni bahwa ada omongan ‘Orang Kafir‘ dan ‘Munafik‘ yang malah menantang adanya ‘Neraka‘, ‘Azab‘ dan ‘Akhir Zaman’ (Kiamat-red). “Sedang kita sebaliknya, sebagai umat Islam, harus yakin akan adanya Hari Akhir itu. Kita pun nanti akan dibangunkan dari kematian pada Hari Kiamat,” pungkasnya. ■ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Diawal Muharom 1442 H, USTADZ HUSNI MUBAROK Buka Ta’lim Subuh di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen Bekasi

Redaksi Posberitakota

Isi Kuliah Subuh di Bulan Ramadhan, USTADZ ABDUL ROSYID S.AG Tegaskan Nasehat Paling Bagus adalah ‘Kematian’

Redaksi Posberitakota

Segera Tayang Perdana, BAZNAS Rilis Film ‘Imam di Pangkuan Sang Fakir’

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment