Bukan Cuma Ulama, KH SYARIEF RAHMAT Sebut Kewajiban Memerangi Mirasantika juga menjadi Tugas Pemerintah

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Minuman keras dan narkotika (Mirasantika) sudah bukan hal yang asing lagi di Tanah Air. Penyalahgunaanya sudah demikian dahsyat sehingga banyak menimbulkan korban jiwa. Tidak hanya bikin tewas para penggunanya, tapi ada pula yang justru jadi pemicu seseorang berbuat kejahatan.

“Lebih banyak mendatangkan mudharatnya, itu pasti. Pintu seseorang berbuat kejahatan dan bahkan berisiko pada kematian, jika sudah berani mengkonsumsi atau bahkan ketagihan Mirasantika,” ucap KH Syarief Rahmat, penceramah kondang itu saat dihubungi POSBERITAKOTA, Senin (1/3/2021) malam.

Menurutnya, di dalam ajaran Islam seperti tertulis dalam QS. Al-Maidah ayat 90, Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.

Makna dari itu semua, kata Kyai dengan ciri khas kumis lebat serta berblangkon dan kerap tampil isi ceramah lewat program ‘Damai Indonesiaku’ di TV One, hal mudharat atau perbuatan yang bersengkongkol dengan syaitan (iblis), sebaiknya harus dijauhi. Itu juga bisa merugikan diri kita sendiri.

“Kalau bicara peran, ulama di Tanah Air, tidak ada henti-hentinya memberikan tausiah soal bahaya Mirasantika. Bahkan musisi dan penyanyi kenamaan Rhoma Irama, telah mengangkatnya menjadi lagu yang fenomenal serta selalu faktual, jika didengarkan kapan saja,” ulas KH Syarief yang merupakan dosen di Fakultas Syariah Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta.

Namun, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Qura Pondok Cabe (Tangsel) dan sekaligus pimpinan Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka), mencegah masyarakat dari bahaya Mirasantika juga merupakan tugas Pemerintah. Hal tersebut, tambah dia, jelas tidak boleh abai. ■ RED/AGUS SANTOSA

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here